Dapat Banpres Rp20 Miliar, Muba Siap All Out Padamkan Karhutla dan Lindungi Warga dari Asap

Dapat Banpres Rp20 Miliar, Muba Siap All Out Padamkan Karhutla dan Lindungi Warga dari Asap
Dapat Banpres Rp20 Miliar, Muba Siap All Out Padamkan Karhutla dan Lindungi Warga dari Asap

HALOPOS.ID|MUSI BANYUASIN – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dalam penanganan Karhutbunlah. Muba diguyur Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp20 miliar untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, pemanfaatan Banpres diatur dalam Petunjuk Teknis Surat Edaran Nomor 300.2.8/6460/SJ. Anggaran tersebut wajib digunakan untuk kebutuhan nyata di lapangan.

“Pemanfaatannya untuk operasi pemadaman darat dan metode suntik gambut pada lahan gambut yang masih terbakar dan menimbulkan asap,” ujar Tito.

Dukungan itu mencakup BBM kendaraan, logistik, makan minum personel, vitamin penambah daya tahan tubuh hingga mobilisasi tim di lapangan.

Tak hanya memadamkan api, bantuan juga diarahkan untuk melindungi warga dari kabut asap. Mulai dari operasional posko pengungsian, distribusi logistik, evakuasi warga, hingga layanan medis gratis bagi penderita ISPA akibat asap.

“Bantuan juga mencakup penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran,” ungkapnya.

Tito menyebut anggaran juga bisa untuk memperkuat sarana prasarana, seperti pengadaan APD, pompa air, pompa gendong, tangki air, selang, sumur bor, kendaraan taktis, motor trail, hingga sewa ekskavator.

Untuk warga terdampak, bantuan bisa berupa masker, vitamin, obat-obatan hingga oksigen portable. Bahkan Pemda diperbolehkan memberi insentif kepada petugas pemadam sesuai asas kepatutan dan kewajaran yang ditetapkan kepala daerah.

Logistik juga bisa diberikan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan. Bahkan setelah api padam, anggaran bisa dipakai untuk pemulihan ekosistem gambut bekas terbakar.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, Banpres ini bukti Presiden hadir di tengah penanganan Karhutla.

“Ini bentuk perhatian Bapak Presiden, pemimpin yang sangat hadir di tengah-tengah kita. Beliau sudah melakukan rapat langsung koordinasi, namun juga memberikan bantuan khusus,” kata Raja Juli.

Ia menegaskan Banpres ini tambahan di luar anggaran BNPB, kementerian, TNI-Polri dan APBD. Ia minta segera dicairkan.

“Saya minta ini bisa sesegera mungkin dicairkan untuk penanggulangan karhutla, membeli peralatan, atau mencegah dampak kesehatan dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara Bupati Muba HM Toha Tohet mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, Rp20 miliar menjadi kekuatan tambahan untuk kesiapsiagaan.

“Dukungan ini akan menjadi penguatan bagi upaya kita dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutbunlah. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh sumber daya dapat bergerak bersama dan memberikan respons cepat,” ujar Toha.

Ia menegaskan penanganan Karhutla tak bisa sendiri, butuh kolaborasi Pemda, TNI-Polri, BPBD, perusahaan dan masyarakat melalui patroli, pemantauan wilayah rawan hingga edukasi larangan buka lahan dengan membakar.

“Bagi kami, dukungan ini bukan sekadar tambahan anggaran. Lebih dari itu, diharapkan mempercepat gerak seluruh unsur ketika titik api muncul dan memperkuat pencegahan agar tidak meluas,” ucapnya.

Toha memastikan pengelolaan dilakukan transparan dan akuntabel.

“Pengelolaan bantuan harus dilakukan secara transparan, akuntabel dan tepat sasaran. Kita ingin dukungan ini benar-benar dirasakan manfaatnya untuk memperkuat penanganan Karhutbunlah dan melindungi masyarakat Muba,” tegasnya..

Laporan : AEW