HALOPOS.ID|JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait terus menghadirkan inovasi dalam memperkuat perekonomian masyarakat.
Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum), Pemkab Jember resmi meluncurkan program unggulan “Gerobak Cinta”, sebagai wujud nyata dukungan bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL), dan mlijo di tingkat akar rumput.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Jember dalam menumbuhkan ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja baru, serta menata kawasan kota agar lebih tertib dan produktif.
Kepala Diskopum Jember, Sartini, menjelaskan bahwa bantuan “Gerobak Cinta” bukan sekadar pemberian rombong baru, melainkan juga dilengkapi cooler box untuk menjaga kesegaran bahan pangan seperti ikan, ayam, dan daging.
“Gerobak Cinta adalah bentuk kehadiran pemerintah di jantung ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja dan memperkuat roda ekonomi harian masyarakat,” kata dia Kamis (6/10/2025)
Program ini berbasis Data Tunggal Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN), sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, dengan target 1.282 penerima manfaat dari total 2.800 data awal. Seluruh penerima berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah (desil 1–5) yang menggantungkan hidup pada usaha mikro.
Tahap pertama pelaksanaan Gerobak Cinta (Gerobak dan Rombong Bantuan Cipta Tangguh) mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,5 miliar, difokuskan di kawasan pusat kota.
Langkah ini sejalan dengan program penataan PKL dan revitalisasi ruang publik, menciptakan lingkungan yang tertata, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui program ini, Pemkab Jember menargetkan pertumbuhan ekonomi 2025 di kisaran 5,3–5,5 persen.
Selain bantuan sarana usaha, pemerintah juga memberikan pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan digitalisasi pemasaran agar pelaku UMKM semakin mandiri dan berdaya saing tinggi.
Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi daerah harus bertumpu pada penguatan usaha kecil dan ekonomi keluarga.
“Kita ingin wajah kota hidup, PKL tertata, UMKM kuat, dan masyarakat sejahtera,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyampaikan bahwa fokus pembangunan ekonomi Jember kini berada pada tiga pilar utama. Yakni penguatan ekonomi mikro, peningkatan daya saing UMKM dan penciptaan ekosistem usaha yang inklusif dan berkeadilan.
“Di balik rombong sederhana itu ada keluarga yang menggantungkan harapan. Gerobak Cinta bukan hanya alat berdagang, tapi simbol keadilan ekonomi dan cinta pemerintah untuk rakyatnya,” pungkas Gus Fawait.
















