HALOPOS.ID|JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mencatat capaian signifikan dalam penurunan angka kemiskinan, dengan torehan terendah dalam satu dekade terakhir.
Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait jumlah penduduk miskin berhasil ditekan secara konsisten hanya dalam waktu tujuh bulan terakhir.
Menurut data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, jumlah penduduk miskin turun dari 224.077 jiwa menjadi 216.076 jiwa.
Ini berarti ada penurunan sebesar 0,34%—dari 9,01% di tahun 2024 menjadi 8,67% pada 2025.
“Ini adalah capaian terendah angka kemiskinan di Jember dalam 10 tahun terakhir. Penurunannya pun konsisten, berkat arah kebijakan yang tepat dari Gus Bupati,” kata Regar Rabu (18/9/2025) malam.
Penurunan kemiskinan ini bukan terjadi secara kebetulan. Pemerintah Kabupaten Jember secara aktif menerapkan kebijakan pengentasan kemiskinan yang menyentuh berbagai sektor.
Mulai dari pemberdayaan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja baru, hingga mendorong investasi produktif.
Beberapa program unggulan yang disebut berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan meliputi program padat karya yang menyerap tenaga kerja langsung, pemberdayaan UMKM dan sektor informal, penguatan sektor pertanian dan perkebunan seperti kopi, kakao, dan tembakau, revitalisasi pasar tradisional untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Semua sektor bergerak. Pemerintah hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi nyata, bukan sekadar wacana,” tambah Regar.
Selain sukses menekan kemiskinan, Pemkab Jember juga berhasil menjaga stabilitas ekonomi dengan mengendalikan inflasi daerah.
Tercatat, inflasi pada Agustus 2025 hanya sebesar 2,06 persen—lebih rendah dari rata-rata provinsi maupun nasional.
Bahkan, terjadi tren deflasi sebesar 0,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat Jember tetap terjaga, meskipun kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.
Pemerintah juga memprioritaskan sektor pendidikan melalui program beasiswa, yang telah dirasakan manfaatnya oleh banyak pelajar dan mahasiswa kurang mampu.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur desa, penguatan layanan kesehatan, dan pembinaan kelembagaan masyarakat desa turut memperkuat fondasi jangka panjang dalam mengurangi kemiskinan struktural.
“Kami tak hanya fokus pada penurunan angka, tapi juga membangun sistem yang berkelanjutan. Pendidikan, infrastruktur, dan produktivitas pertanian akan terus kami dorong,” jelas Regar.
Meski berhasil menorehkan capaian penting, tantangan ke depan masih ada.
Ketimpangan pendapatan, keberlanjutan program, dan peningkatan produktivitas ekonomi menjadi agenda utama dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
“Kami sadar ini baru langkah awal. Gus Bupati selalu mengingatkan bahwa perjuangan menurunkan kemiskinan adalah kerja berkelanjutan. Kami akan terus hadir untuk masyarakat,” ungkap Regar.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh data kemiskinan Jember yang dirilis telah melalui proses perhitungan resmi oleh BPS menggunakan instrumen statistik terpercaya.
Penurunan kemiskinan di Jember menjadi sinyal positif bahwa arah pembangunan daerah berada di jalur yang tepat. Dengan strategi berbasis pemberdayaan ekonomi dan investasi sosial, kebijakan Gus Fawait mampu menjawab tantangan riil masyarakat.
“Mohon doa dari seluruh warga Jember. Kami akan terus bekerja keras mewujudkan Jember Baru—yang maju, mandiri, dan masyarakatnya sejahtera,” pungkas Regar.
















