HALOPOS.ID|PALEMBANG – Anggota Komisi II DPR RI, Drs H Guspardi Gaus MSi menyesalkan dan mempertanyakan lebih dari 260 formasi CPNS yang tersedia di Pemerintah Provinsi Jambi yang tidak terisi pada seleksi CPNS tahun 2021.
“Ada formasi lebih dari 260 yang tidak terisi. Tentu saya merasa prihatin dan kecewa karena formasi ini seharusnya full diisi.
Karena yang ikut tesnya jutaan, diterima hanya sekian masak ada yang bolong. Kan rugi masyarakat,” ungkap Drs H Guspardi Gaus MSi pada kunjungan kerja Panja Seleksi CPNS 2021 Komisi II DPR RI di Kanreg VII BKN Palembang, Kamis (20/1/2022) kemarin.
Politikus Partai Amanat Nasional dari Dapil Sumatera Barat ini mengungkapkan, fakta ini sungguh mengecewakan karena formasi yang disediakan seharusnya terisi semua mengingat besarnya ekspektasi masyarakat untuk menjadi ASN.
“Ternyata yang kita dengar terutama Jambi tidak melaksanakan tes CPNS. Saya yakin dan percaya baik masyarakat maupun pemerintahnya sangat banyak berminat menjadi CPNS. Tapi karena regulasinya yang tidak mendukung sehingga terpaksa tidak melakukan tes CPNS,” ujar Guspardi kelahiran Bukittinggi 8 Juni 1956
Tidak hanya Jambi, Guspardi juga membeberkan ada salah satu kabupaten di Bengkulu dan Sumatera Selatan yang tidak melaksanakan tes CPNS pada tahun ini. Tanpa menyebut daerah dimaksud, legislator dari Fraksi PAN ini berharap agar pelaksanaan tes CPNS kedepan dapat lebih baik lagi untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen CPNS yang kerap dicap sarat kecurangan.
“Agar kedepan masyarakat yakin bahwa tidak ada satupun mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, kepala Dinas, Walikota, Bupati dan Anggota DPR yang bisa untuk ditolong agar lulus tes CPNS Ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.
Guspardi mengakui sistem seleksi CPNS dengan sistem komputerisasi yang diterapkan sudah lebih baik, namun itu tidak lantas menjamin tidak ada kecurangan. Buktinya, Komisi II mendapatkan laporan bahwa ada 225 laporan kecurangan dalam proses rekrutmen.
“Ada laporan salah seorang warga yang melapor ke Komisi II bahwa dia sudah lulus di rangking ke dua (tapi dicurangi-red). Kecurangan ini terjadi di daerah. Modusnya setelah lulus, berkas milik korban tidak diproses oleh oknum Pemda sehingga dinyatakan tidak bersedia jadi CPNS,” beber Guspardi.
Guspardi berharap berbagai macam laporan yang masuk ke Komisi II dapat disikapi oleh BKN dan Menpan RB agar dibuat regulasi untuk meminimalisir kecurangan.
“Artinya sistemnya harus diperbaiki dan disempurnakan agar tidak ada akses untuk melakukan kecurangan,” pungkasnya.
Deputi Pembinaan Manajemen Kepegawaian BKN Pusat Haryono Dwi Putranto bersama Kepala Kanreg VII BKN Palembang Margi Prayitno menyambut positif atas kunjungan Komisi II DPR RI kaitannya dengan evaluasi dengan pelaksanaan seleksi ASN 2021.
Haryono mengatakan ada beberapa masukan dari para anggota dewan tentang evaluasi, agar pelaksanaan seleksi ke depannya itu menjadi lebih bagus jika dibandingkan dengan saat ini.
“Alhamdulillahnya di wilayah kerja Kantor Regional VII BKN Palembang tidak ditemukan permasalahan-permasalahan, kecurangan-kecurangan, yang Insya Allah hasilnya objektif, transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Terkait pertanyaan lebih dari 260 formasi CPNS yang tersedia di Pemerintah Provinsi Jambi yang tidak terisi pada seleksi CPNS tahun 2021, menurut Haryono pihaknya akan mengevakuasi nya.
“Tentu kita akan mengevaluasi. Formasi itu ditetapkan setiap tahun. Kalau itu masih kekosongan dan itu menjadi kebutuhan di daerah tentu akan kita buka untuk diisi pelamaran CPNS tahun ini.
Tapi kita lihat dulu apakah memang kekosongan-kekosongan itu perlu diisi atau tidak. Kita akan lihat kekosongan itu formasi untuk jabatan apa. Kemudian kita kaitkan dengan kebutuhan yang ada di daerah,” kata Haryono.
Ia mengatakan, di daerah itu di awal tahun selalu menyusun kebutuhan yang masih kosong. Mereka membuat analisis jabatan, analisis kebutuhan kerja, kemudian dicocokkan antara hasil perhitungan dengan jumlah jabatan yang saat ini ada.
Bahwa hasil penghitungan itu melebihi jumlah yang ada makanan perlu ditindaklanjuti dengan pengisian.
“Kita belum punya data sebetulnya. Tadi kalau disampaikan wilayah kerjanya ditengarai di Jambi. Sedangkan Sumsel formasi yang dibuka dilamar semua, sudah terisi. Tinggal penempatan CPNS-nya,” pungkasnya. (NT)
Editor : Anto N
















