Bukan Tiba-tiba Meledak, Ratusan Kasus HIV di Palembang Terungkap karena Makin Banyak yang Berani Tes

Ilustrasi HIV
Ilustrasi HIV

HALOPOS.ID|PALEMBANG — Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat 463 kasus HIV/AIDS. Rinciannya, 422 kasus HIV dan 41 kasus sudah berkembang menjadi AIDS.

Angka itu bukan muncul begitu saja. Di baliknya, ada kerja senyap petugas kesehatan yang semakin gencar melakukan skrining HIV di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang Putri Damayanti menyebut, penambahan kasus terjadi hampir di setiap bulan. September menjadi bulan dengan temuan terbanyak.

“Dari Januari sampai Oktober 2026, berdasarkan data yang kami terima terdapat 463 kasus HIV/AIDS. Rinciannya, 422 kasus HIV dan 41 kasus AIDS,” ujar Putri, Kamis (5/11/2026) kemarin.

“Fenomena di kota besar seperti Palembang, kasus HIV setiap bulan ada penambahan. Kasus terbanyak terjadi di bulan September 53 kasus,” sambungnya.

Fenomena Kota Besar, Bukan Hanya Palembang
Menurut Putri, apa yang terjadi di Palembang juga dialami kota-kota besar lain. Kasus baru terus ditemukan, bukan karena penularannya tiba-tiba tak terkendali, tetapi karena jaring pemeriksaannya kini semakin lebar.

Semakin banyak orang yang diperiksa, semakin banyak pula kasus lama yang selama ini tersembunyi akhirnya terungkap. Dan itu justru kabar baik, karena mereka yang terdeteksi bisa segera diobati.

“Bisa jadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus yang ditemukan karena saat ini kegiatan skrining HIV semakin banyak dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Dengan skrining yang lebih luas, maka kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi menjadi diketahui,” jelas Putri.

Pencegahan Tetap Jadi Fokus Utama
Meski temuan kasus meningkat karena skrining, Dinkes tidak lengah soal pencegahan.

Putri menyebut, saat ini kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL) menjadi salah satu kelompok yang cukup menonjol dalam temuan kasus. Karena itu, kelompok ini menjadi perhatian khusus dalam program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Palembang.

“Yang menonjol sekarang memang pada kelompok LSL atau sesama jenis laki-laki. Ini menjadi perhatian kami dalam program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS,” katanya.

Dinkes pun kembali mengingatkan masyarakat untuk menjauhi perilaku seksual berisiko. Perilaku seks yang aman, setia pada satu pasangan, dan menghindari hubungan seksual pranikah terutama bagi remaja, menjadi pesan yang terus digaungkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan perilaku seks yang aman, tidak berganti-ganti pasangan seksual, serta menghindari hubungan seksual pranikah terutama bagi remaja,” tegas Putri.

Tes HIV Bukan untuk Ditakuti

Pesan terpenting dari Dinkes Palembang justru sederhana: jangan takut tes.

Banyak orang menunda tes karena takut hasilnya, padahal deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pengobatan bisa dimulai, dan semakin kecil risiko penularan ke orang lain.

Putri menegaskan, hidup dengan HIV bukan berarti hidup berakhir. Dengan pemeriksaan rutin dan pengobatan yang teratur, orang dengan HIV (ODHIV) tetap bisa hidup normal, produktif, dan berkualitas.

“Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, kualitas hidup penderita HIV dapat tetap terjaga dan risiko penularan kepada orang lain bisa ditekan,” tutupnya.

Laporan : Rini