HALOPOS.ID|BAYUNG LENCIR – Di tengah kepungan asap dan sulitnya medan gambut, Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun 7 Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa (20/10/2026).
Didampingi Forkopimda, Bupati Toha menyisir langsung areal gambut yang terbakar. Api di titik tersebut berhasil dijinakkan setelah petugas gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni bahu-membahu dengan warga.
Bupati Toha menyampaikan apresiasi tinggi atas kesigapan masyarakat yang menjadi garda terdepan sebelum bantuan tiba.
“Ini bukti kerja sama yang luar biasa. Warga tidak tinggal diam, mereka padamkan api duluan sebelum tim gabungan datang. Ini yang harus kita jaga, jangan sampai api meluas dan rugikan kita semua,” tegas Toha.
Ia pun memberi peringatan keras agar tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Pemkab Muba menyiapkan langkah jangka panjang dengan membangun embung di Desa Muara Medak sebagai sumber air darurat penanganan karhutla di kawasan rawan.
Kondisi Darurat, Mirip Karhutla 2019
Kepala BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi mengungkap fakta mencemaskan. Hingga hari ini, total hotspot di Muba telah mencapai 3.500 titik, jumlah yang mengingatkan pada bencana karhutla besar tahun 2019.
Bayung Lencir menjadi kecamatan dengan sebaran api terbanyak.
“Bayung Lencir masih menjadi yang tertinggi, apalagi karakternya gambut, api di bawah permukaan sulit benar-benar mati. Tim terpadu terus siaga,” ujar Marko.
Data sebaran 5 kecamatan terparah:
1. Bayung Lencir – 629 titik
2. Lais – 536 titik
3. Sekayu – 387 titik
4. Batang Hari Leko – 375 titik
5. Tungkal Jaya – 337 titik
Marko mengingatkan masyarakat dan perusahaan pemegang konsesi untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apapun.
Laporan : Agus Edy
















