HALOPOS.ID|PALEMBANG – Ketua DPRD Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, menyatakan akan turun langsung mengawal kasus penganiayaan dua jurnalis di Palembang. Ia dijadwalkan akan menemui Kapolda Sumsel.
Langkah itu diambil setelah Andie menerima audiensi Koalisi Pers Sumsel di rumah dinas Ketua DPRD Sumsel, Senin (19/10/2026).
Menurut Andie, kekerasan terhadap jurnalis adalah ancaman serius bagi demokrasi dan kebebasan pers. Ia mengaku prihatin karena hubungan media dan Polda Sumsel selama ini terjalin baik.
“Jelas ini tidak wajar dan sangat kami sayangkan. Pers itu mitra strategis. Kawan-kawan media bahkan sering berkumpul di Polda. Saya akan bicara langsung dengan Kapolda agar kasus ini diusut tuntas, transparan, dan profesional,” tegas Andie.
Audiensi tersebut juga dihadiri Koordinator Koalisi Pers Sumsel, Ardhy Fitriansyah. Ia mendesak Polda Sumsel bergerak cepat, apalagi bukti kasus ini dinilai sudah sangat terang.
Ardhy menyebut, rekomendasi dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) seharusnya menjadi momentum bagi Polda Sumsel untuk bertindak tegas menangkap pelaku.
“Buktinya sudah ada, video ada, foto ada. Ini bukan kasus korupsi yang sulit dibuktikan. Semua terang benderang. Kami harap Polda tidak berlama-lama dan segera menangkap pelakunya,” ujar Ardhy.
Koalisi Pers Sumsel menegaskan, penanganan kasus ini menjadi ujian komitmen aparat dalam melindungi jurnalis. Jika dibiarkan berlarut, hal itu berpotensi mengancam kebebasan pers di Sumsel.
Diketahui, sebelum menerima koalisi pers, Ketua DPRD Sumsel juga telah menerima audiensi dari kelompok mahasiswa Cipayung Plus untuk menggali duduk persoalan yang terjadi.
Laporan : NT
















