HALOPOS.ID|PALEMBANG – Kota Palembang dikepung kebakaran lahan dan permukiman. Hanya dalam September 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) mencatat hampir 400 kejadian kebakaran.
Kepala Damkarmat Kota Palembang, Kemas Haikal menyebut, dari 400 kejadian itu, 345 kasus merupakan kebakaran lahan. Sisanya 51 kejadian adalah kebakaran permukiman warga.
Angka itu belum termasuk Agustus. Jika diakumulasi Agustus-September 2026, totalnya mencapai 598 kejadian, dengan rincian 510 karhutla dan 88 kebakaran permukiman.
“Khusus September, tercatat sekitar 400 kejadian dengan rincian 345 kebakaran lahan dan 51 kebakaran permukiman,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Untuk mengejar pemadaman, Damkarmat menyiagakan 800 personel yang disebar di 8 posko. Mereka bekerja dengan sistem 3 shift selama 24 jam.
“Kami terus melakukan pemadaman api. Kami telah menyiagakan sekitar 800 personel di delapan posko dengan sistem tiga shift,” kata Haikal.
Tak hanya andalkan darat, Damkarmat juga koordinasi dengan BPBD Kota dan Provinsi. Untuk titik api yang sulit diakses, mereka minta backup helikopter pemadam dari Pemprov Sumsel.
“Kami berkoordinasi dan meminta bantuan helikopter pemadam dari pemerintah provinsi,” katanya.
Proses pemadaman yang panjang membuat sejumlah personel tumbang kelelahan. Beruntung, setelah diistirahatkan kondisinya kembali pulih dan tidak ada yang sampai dirawat intensif di rumah sakit.
“Ada beberapa personel yang mengalami kelelahan karena proses pemadaman yang memakan waktu panjang,” jelasnya.
Soal penyebab, Haikal membedakan. Kebakaran permukiman rata-rata karena korsleting listrik. Sedangkan karhutla lebih beragam, bahkan ada yang sengaja dibakar.
“Seperti di daerah Siring Borang, kami berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memproses secara hukum oknum yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja,” tegasnya.
Kabar baiknya, di tengah tingginya intensitas karhutla, Damkarmat dapat tambahan anggaran operasional.
“Alhamdulillah, dari hasil koordinasi ada penambahan anggaran operasional karhutla, baik untuk kebutuhan makan-minum petugas di lapangan maupun bahan bakar armada kendaraan,” pungkas Haikal.
Laporan : RN
















