HALOPOS.ID|MUBA – Puncak peringatan Hari Jadi ke-70 Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi panggung refleksi pembangunan. Di hadapan Sidang Paripurna DPRD Muba, Rabu (30/9/2026), Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Bupati Muba H. M. Toha Tohet kompak menyoroti arah pembangunan yang harus berujung pada kesejahteraan rakyat.
Sidang paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba itu dihadiri langsung Gubernur Herman Deru, Bupati Toha, Wabup Abdur Rohman Husen, serta Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay.
Dalam sambutannya, Herman Deru mengucapkan selamat atas usia tujuh dekade Muba. Ia menyebut Muba sebagai kabupaten yang tersohor karena kualitas SDM dan deretan prestasinya.
“Perjalanan 70 tahun ini menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Ini modal besar untuk kita memacu diri menjadi lebih baik lagi,” kata Deru.
Namun, Deru mengingatkan, pembangunan tidak lepas dari tantangan fiskal. Ia menyinggung soal Dana Bagi Hasil (DBH) yang diharapkan segera terealisasi.
“Program harus menyesuaikan kemampuan pembiayaan. Kita harus tetap tenang dan sabar menyusun perencanaan sesuai kondisi keuangan. Semoga DBH 2024, 2025 dan seterusnya segera dibayarkan agar keuangan negara dan daerah kembali membaik,” ujarnya.
Deru juga menyoroti dua isu strategis di Muba yakni pengelolaan potensi minyak dan gas (migas) serta ancaman kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunlah).
“Potensi migas Muba luar biasa, ini berkah. Banyak masyarakat terlibat, maka harus dikelola agar manfaatnya benar-benar kembali ke rakyat. Soal karhutbunlah, ini bukan waktunya saling menyalahkan, tapi waktunya berjuang bersama dengan mengedepankan pencegahan,” tegasnya.
Toha: Muba Jangan Hanya Jadi Penjual Bahan Mentah
Bupati Muba H. M. Toha Tohet menegaskan tema HUT ke-70 tahun ini, Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua bukan sekadar slogan.
Menurut Toha, kata “Maju Melayani” adalah perintah agar pemerintah hadir dengan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel dan berkeadilan. Sementara “Sejahtera untuk Semua” adalah jaminan agar tidak ada warga yang tertinggal.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi pemerintah, DPRD, Forkopimda, pengusaha, akademisi, media dan seluruh masyarakat. Pembangunan SDM lewat pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan pemuda-perempuan harus jadi prioritas,” kata Toha.
Ia menekankan, Muba harus naik kelas dari sekadar daerah penghasil bahan mentah menjadi daerah yang memberi nilai tambah.
“Potensi alam kita harus menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan daya saing daerah. Tapi harus seiring dengan perlindungan lingkungan. Lingkungan yang sehat adalah modal jangka panjang,” paparnya.
Ajak Gotong Royong
Senada, Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay mengajak semua pihak bergandengan tangan menghadapi tantangan pembangunan.
“Di momentum 70 tahun ini, mari kita utamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi membangun Muba,” ujar Afitni.
Bupati Toha menutup dengan ajakan menjaga persatuan.
“Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan penghalang. Mari bangkit bersama, maju melayani untuk kesejahteraan semua. Ikhtiar hari ini adalah pondasi untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
Laporan : AEW
















