Instruksi Wali Kota Palembang: Palembang Harus Terang, Dishub Siagakan 4 Tim dan Bentuk 9 Korlap

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Sariansyah Ismail, S.STP., M.Si
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Sariansyah Ismail, S.STP., M.Si

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Sariansyah Ismail, S.STP., M.Si pasang badan soal gelapnya lampu jalan. Instruksi Wali Kota jelas: Palembang harus terang. Dishub kini siaga penuh. 

“Ini perintah langsung Bapak Wali Kota. Kita kerahkan dua tim siang, dua tim malam. Tidak ada alasan lampu mati dibiarkan lama,” tegas Kadis Perhubungan Kota Palembang.

Dishub memastikan setiap laporan warga kini tidak akan hilang. Semua dicatat dengan sistem nomor laporan resmi.

“Sekarang semua laporan masuk nomor laporan. Jadi terekam semua. Siapa melapor, titik mana, kapan ditangani. Semua terpantau,” katanya.

Langkah lebih ekstrem disiapkan. Dalam waktu dekat Wali Kota akan meneken SK Percepatan Penanggulangan PJU. Dishub akan membentuk 9 Korlap untuk menguasai 18 kecamatan.

“Satu korlap pegang dua kecamatan. Mereka langsung koordinasi dengan camat. Tidak ada lagi cerita laporan muter-muter,” ujarnya.

Untuk armada, kendaraan PJU yang bobrok akan diremajakan. Targetnya satu mobil operasional bertanggung jawab untuk tiga kecamatan agar penanganan lebih cepat dan petugas tidak kelelahan.

Pusat Kota dan Jalur Tol Jadi Harga Mati

Kadis Perhubungan menegaskan prioritas utama adalah wajah kota dan pintu masuk Palembang.

“Kita sikat dulu tengah kota. Ini soal wajah kota. Kedua, perbatasan-perbatasan tol. Jangan sampai orang masuk Palembang kesannya gelap,” tegasnya.

Dua jalur yang menjadi atensi khusus adalah Jalur Lintas Timur di Alang Lebar – Sukarame untuk arus dari utara, dan Jakabaring – Rambutan untuk jalur selatan.

Lapor Langsung ke Kadishub, Jangan Ragu!

Ia membuka semua kanal pengaduan. Masyarakat bisa bersurat resmi, japri, DM Instagram pribadinya, hingga lapor via media sosial.

“Saya persilakan. Mau bersurat, mau japri, mau DM saya langsung, kita tindak lanjuti. Kita tidak pandang bulu. Kadang bukan rusak, cuma saklar habis pemadaman tidak naik, itu pun kita naikkan,” jelasnya.

Kabel Dicuri, Stok Menipis – Kadishub Minta Warga Lawan

Dengan nada tinggi, Kadishub mengecam aksi pencurian kabel PJU yang marak dan meminta warga ikut menjaga.

“Ini aset pemerintah. Tolong dijaga sama-sama. Kalau sudah diperbaiki, dijaga. Jangan tiap hari dicuri. Kalau stok habis, kita susah juga gantinya. Jadi kita sama-sama rugi,” tegasnya.

Awas Modus Baru: Pencuri Pakai Seragam Petugas

Yang paling berbahaya, kini pencuri berani menyamar total sebagai petugas Dishub.

“Ini modus baru. Pakai baju teknis, helm, APD lengkap, bawa tangga, pakai mobil pick up. Kalau ketemu yang seperti itu, STOP, TANYA DULU. Mana kartu tugasnya? Dari dinas mana? Mau perbaiki apa?” peringatnya keras.

Ia mengungkap kasus memalukan di Sukarame. Di siang bolong, tepat di depan Ketua RT, kabel sepanjang 350 meter di Kelurahan Sukajaya RT 42 raib digondol maling berkedok petugas.

“350 meter hilang di Sukajaya RT 42, siang hari, di depan Pak RT sendiri. Karena dikira petugas asli. Mulai sekarang harus curiga,” ungkapnya.

Ke depan, Dishub akan membentuk Satgas Pengawasan dan Call Center PJU di setiap kecamatan yang dikendalikan oleh Korlap. Meski personel terbatas, ia memastikan optimalisasi akan dilakukan.

“Petugas kita memang terbatas, tapi ini harus jalan. Korlap nanti yang akan jadi call center di kecamatan. Kita optimalkan,” pungkasnya.

Laporan : Adi