HALOPOS.ID/JEMBER – Momen penuh haru mewarnai penarikan mahasiswa KKN Kolaboratif Kabupaten Jember 2026 pada Senin (24/8/2026).
Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait memberikan penghormatan khusus kepada para dosen pembimbing dan mahasiswa yang telah terlibat langsung dalam berbagai program pembangunan di desa.
Di hadapan peserta, Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, tampak membungkukkan badan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para mahasiswa selama menjalankan pengabdian masyarakat.
Menurut Gus Fawait, keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember memberikan kontribusi penting bagi pemerintah daerah, khususnya dalam membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat desa.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh dosen serta adik-adik mahasiswa KKN Kolaboratif. Kalian telah membuktikan peran nyata dalam membantu pemerintah daerah menuntaskan berbagai persoalan di desa-desa se-Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
Ketua Pelaksana KKN Kolaboratif Jember 2026, Dr. Siti Raudlatul Hikamah dari Universitas Islam Jember (UIJ), menyampaikan sejumlah capaian selama program pengabdian berlangsung.
Salah satu program utama tahun ini adalah verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan Desil 2. Dari total target 120.124 data, mahasiswa berhasil melakukan verifikasi terhadap 102.370 data.
Capaian tersebut setara dengan sekitar 85 persen dari target verval data kemiskinan yang ditetapkan.
“Capaian verifikasi dan validasi data Desil 2 saat ini sudah menembus angka 85 persen. Capaian ini menjadi basis data yang sangat penting bagi arah kebijakan Pemkab Jember ke depan,” kata Siti dalam laporannya.
Data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Tak hanya melakukan pendataan, mahasiswa KKN Kolaboratif Jember 2026 juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan kesehatan.
Para mahasiswa diterjunkan ke 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Jember untuk mendampingi masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menjalankan sejumlah program prioritas.
Di bidang lingkungan, mahasiswa turut membentuk dan memperkuat Bank Sampah di sejumlah desa. Program tersebut sekaligus diikuti edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna.
Selain itu, program Viola BPJS Kesehatan juga berhasil dilaksanakan di seluruh 248 desa dan kelurahan.
Penarikan mahasiswa KKN Kolaboratif Jember 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian lintas perguruan tinggi di Kabupaten Jember.
Program tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, masyarakat, dan Pemkab Jember dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan desa.
Bagi pemerintah daerah, kehadiran mahasiswa bukan hanya sebagai bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mengumpulkan data, memberikan edukasi, mendampingi masyarakat, hingga mendorong berbagai inovasi di tingkat desa.
Capaian KKN Kolaboratif 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah untuk mempercepat pembangunan perdesaan serta menghadirkan kebijakan yang semakin tepat sasaran bagi masyarakat Jember.
Laporan : Bagus
















