HALOPOS.ID/MAKKAH- Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dendi Suryadi, menilai penyelenggaraan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 2026 berlangsung dengan baik. Meski masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan, secara keseluruhan pelayanan kepada jemaah berjalan lancar.
Menurut Dendi, keberhasilan operasional Armuzna dapat dilihat dari kelancaran proses mobilisasi jemaah sejak keberangkatan dari Makkah menuju Arafah hingga perpindahan ke Muzdalifah dan Mina. Tahapan krusial tersebut dinilai mampu dilaksanakan dengan baik oleh seluruh petugas yang terlibat.
“Secara umum pelayanan ibadah ritual berjalan sesuai harapan. Proses pergeseran jemaah dari hotel di Makkah menuju Arafah, kemudian ke Muzdalifah dan Mina dapat terlaksana dengan baik meskipun ada beberapa hambatan kecil,” ujar Dendi pada tim Media Center Haji Jumat (29/5/2026) malam.
Saat ini, operasional Armuzna memasuki tahap akhir. Mayoritas jemaah yang memilih nafar awal telah meninggalkan Mina pada Jumat, sedangkan jemaah nafar tsani dijadwalkan menyelesaikan mabit dan kembali ke Makkah pada Sabtu (30/5/2026).
Dendi berharap seluruh jemaah nafar tsani dapat kembali ke hotel masing-masing setelah waktu dzuhur tanpa hambatan berarti. Ia menyebut jumlah jemaah yang mengambil nafar awal tahun ini lebih banyak dari perkiraan sehingga membantu memperlancar arus kepulangan dari Mina.
Meski menerima sejumlah laporan dan keluhan dari jemaah, Dendi menegaskan bahwa persoalan yang muncul tidak berdampak signifikan terhadap keseluruhan proses penyelenggaraan haji. Kendala tersebut dinilai masih dalam kategori ringan dan dapat ditangani dengan baik oleh petugas.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya operasional haji, mulai dari petugas lapangan, DPR, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, hingga otoritas Arab Saudi, khususnya Kementerian Haji dan Umrah.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan kepada jemaah tetap optimal selama pelaksanaan puncak ibadah haji.
Meski demikian, Dendi mengingatkan seluruh petugas agar tidak terlena dengan capaian yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa tugas penyelenggaraan haji belum berakhir dan masih harus dikawal hingga seluruh jemaah Indonesia kembali ke Tanah Air.
“Tugas kita belum selesai. Kesuksesan penyelenggaraan haji baru benar-benar tuntas setelah seluruh jemaah Indonesia, termasuk kloter terakhir, tiba kembali di Indonesia sesuai jadwal pada 2 Juli mendatang,” tegasnya.

















