HALOPOS.ID \SURABAYA – Kemeriahan pelantikan serentak pengurus DPD Partai Amanat Nasional (PAN) se-Jawa Timur di Jatim Expo, Minggu (10/5), menyisakan catatan kritis di tengah gegap gempita pesta rakyat yang diklaim dihadiri ribuan kader dan simpatisan. Sejumlah relawan asal Sidoarjo mengeluhkan mandeknya distribusi paket kompensasi yang sebelumnya dijanjikan panitia.
Keluhan itu mencuat setelah banyak peserta mengaku telah memenuhi syarat administrasi berupa penyetoran foto KTP, namun hingga acara usai hak yang dijanjikan belum diterima sepenuhnya. Paket yang disebut bernilai sekitar Rp195 ribu itu meliputi uang transportasi, sembako, hingga atribut partai.
Antrean panjang sempat terjadi di beberapa titik verifikasi peserta. Sejumlah warga tampak kebingungan lantaran data mereka disebut tidak ditemukan dalam daftar panitia, meski sebelumnya sudah mengirimkan foto identitas kepada koordinator lapangan.
“Saya sudah setor foto KTP sejak beberapa hari sebelum berangkat. Tapi saat dicek di lokasi, nama saya tidak ditemukan. Akhirnya disuruh menunggu terus,” ujar salah satu peserta asal Sidoarjo yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa juga disampaikan peserta lain yang merasa proses pendataan tidak berjalan rapi. Mereka mengaku berpindah dari satu koordinator ke koordinator lain tanpa kepastian kapan hak mereka diberikan.
“Kami datang jauh-jauh naik rombongan. Katanya sudah terdata, tapi pas di lokasi malah disuruh cari korlap lagi. Banyak yang kecewa karena merasa dipimpong,” tutur seorang peserta asal Kecamatan Buduran.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Ketua DPD PAN Sidoarjo, Khulaim Junaidi, mengakui adanya keterlambatan distribusi. Namun ia menegaskan kondisi itu dipicu membludaknya jumlah massa yang hadir di lokasi acara.
“Ada hal yang memang perlu dievaluasi. Namun perlu dipahami, massa yang dikirimkan DPD PAN Sidoarjo mencapai sekitar 2.000 orang. Antrean menjadi lama karena panitia harus melakukan verifikasi antara KTP yang dibawa dengan data yang ada di panitia,” tegas Khulaim saat dikonfirmasi, Senin (11/5).
Ia memastikan PAN Sidoarjo tidak akan lepas tangan terhadap peserta yang belum menerima haknya. Menurutnya, proses distribusi paket masih berjalan , seluruh warga yang benar-benar hadir tetap akan difasilitasi melalui koordinator masing-masing maupun kantor DPD PAN Sidoarjo.
“Jika ada yang belum mendapat haknya, silakan hubungi koordinator masing-masing atau langsung datang ke kantor DPD PAN Sidoarjo. Kami akan berikan hak mereka,” imbuhnya.
Peristiwa tersebut menjadi catatan penting dalam manajemen mobilisasi massa politik, terutama menyangkut transparansi pendataan dan distribusi kompensasi peserta. Di tengah tingginya antusiasme kader, persoalan teknis seperti validasi data dan komunikasi lapangan dinilai dapat memengaruhi citra partai di tingkat akar rumput.
Meski diwarnai polemik distribusi, Khulaim tetap optimistis menatap agenda politik mendatang. Pelantikan pengurus PAN se-Jatim disebut menjadi momentum konsolidasi menuju Pemilu 2029.
“Target PAN Sidoarjo pada Pemilu 2029 adalah delapan kursi. Ini komitmen kami untuk terus mengabdi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan di Jatim Expo berlangsung meriah. Ribuan kader disuguhi bazar UMKM binaan PAN serta pasar murah bertajuk “PANsar Murah”. Suasana semakin semarak saat pengundian doorprize utama berupa paket umrah.
Keberuntungan akhirnya berpihak kepada Priyo Sambodo, warga Sukorejo, Buduran, Sidoarjo, yang diumumkan sebagai pemenang hadiah umrah. Di tengah riuh keluhan soal distribusi paket peserta, momen tersebut menjadi penutup manis dalam Acara Pelantikan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) se-Jawa Timur.
Laporan : Sapto



















