Hardiknas 2026 di Jember, Dinas Pendidikan Gelar Pameran Karya Siswa dan Guru

Hardiknas 2026 di Jember, Dinas Pendidikan Gelar Pameran Karya Siswa dan Guru
Hardiknas 2026 di Jember, Dinas Pendidikan Gelar Pameran Karya Siswa dan Guru

HALOPOS.ID/JEMBER — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Jember berlangsung lebih semarak dan edukatif. Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mengadakan pameran karya siswa dan guru di Aula Griya Wiyata pada Senin (11/5/2026).

Pameran tersebut menampilkan berbagai hasil kreativitas dari pelajar dan tenaga pendidik di Jember. Mulai dari produk UMKM, kerajinan tangan, hasil pertanian, perikanan, hingga karya berbasis lingkungan dipamerkan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahyono mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hardiknas 2026.

Menurutnya, ajang tersebut bertujuan menunjukkan potensi dan kreativitas generasi muda Jember yang dinilai mampu bersaing dengan karya orang dewasa.

“Melalui pameran ini, kami ingin memperlihatkan bahwa karya anak-anak Jember sangat luar biasa,” ujarnya.

Arief menjelaskan, pameran dibagi ke dalam beberapa klaster berdasarkan karakteristik wilayah di Kabupaten Jember. Di antaranya klaster perkotaan, perkebunan, pertanian, hingga perikanan.

Konsep itu dibuat untuk menggambarkan kondisi geografis sekaligus potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah di Jember.

Ia menambahkan, peringatan Hardiknas tahun ini dirancang lebih dekat dengan masyarakat dan tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial semata.

“Atas arahan Gus Bupati, Hardiknas tidak hanya diisi upacara. Sebelumnya ada talk show, dan hari ini digelar pameran karya siswa serta guru,” katanya.

Pameran pendidikan tersebut melibatkan berbagai lembaga pendidikan, mulai TK, RA, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA, SLB hingga PKBM di Kabupaten Jember.

Masyarakat juga diberi kesempatan untuk melihat langsung hasil karya para pelajar mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.

Selain pameran, acara turut dimeriahkan penampilan tarian bernuansa Tionghoa sebagai simbol keberagaman budaya di Jember.

Arief menegaskan pentingnya menjaga toleransi di tengah masyarakat multietnis dan multikultural seperti Jember. Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan intoleransi, bullying, maupun isu SARA di lingkungan pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Arief juga mengungkapkan program revitalisasi sekolah di Jember pada tahun 2026 mencapai 124 titik dengan total anggaran hampir Rp90 miliar dari pemerintah pusat.

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut merupakan hasil upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan pembangunan pendidikan demi mewujudkan Jember baru yang lebih maju.

Laporan : Bagus