HALOPOS.ID|OGAN ILIR — Tumpukan sampah yang selama ini menggunung di tepi jalan Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, akhirnya mendapat penanganan.
Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat setelah kondisi sampah dinilai semakin parah, mengganggu pengguna jalan, serta menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi.
Namun, upaya pembersihan tersebut justru menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, sampah yang dikeruk menggunakan alat berat tidak diangkut ke tempat pembuangan akhir, melainkan hanya didorong dan diratakan ke pinggir jalan.
Warga menilai cara penanganan tersebut belum menjadi solusi nyata terhadap persoalan sampah yang sudah lama dikeluhkan masyarakat. Sebab, sampah tetap berada di lokasi yang sama dan berpotensi kembali berserakan, terlebih saat hujan turun atau tertiup angin.
“Awalnya kami senang karena ada alat berat datang untuk membersihkan sampah. Tapi ternyata sampahnya cuma didorong ke pinggir jalan, bukan diangkut keluar. Jadi tetap saja menumpuk,” ujar Rizki, warga setempat.
Menurut warga, kondisi itu tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga dikhawatirkan mencemari lingkungan sekitar dan mengganggu kesehatan masyarakat. Aroma tidak sedap dari tumpukan sampah masih tercium, terutama saat cuaca panas.
Selain itu, keberadaan sampah di tepi jalan utama desa dinilai mencerminkan lemahnya penanganan kebersihan lingkungan. Warga berharap pemerintah terkait segera mengambil langkah yang lebih serius dan permanen agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
Masyarakat meminta agar sampah yang telah dikeruk segera diangkut menggunakan mobil pengangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA), bukan sekadar dipindahkan di sekitar lokasi.
“Hari ini didorong ke pinggir, besok bisa berserakan lagi ke jalan. Kami berharap ada tindakan yang benar-benar tuntas, bukan hanya penanganan sementara,” tambah warga lainnya.
Hingga Sabtu sore, tumpukan sampah tersebut masih terlihat berada di sisi jalan dan menjadi perhatian masyarakat yang melintas di kawasan Desa Babatan Saudagar.
Laporan : Wawan Irawanto



















