HALOPOS.ID/MADINAH – Jemaah haji gelombang II yang akan berangkat ke Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah diimbau sudah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi. Imbauan ini bertujuan untuk mempermudah proses pengambilan miqat sebelum melaksanakan ibadah umrah.
Pembimbing Ibadah PPIH Arab Saudi, Anis Diyah, menjelaskan bahwa penggunaan kain ihram sejak awal perjalanan tidak akan memberatkan jemaah. Pasalnya, selama belum mengucapkan niat, status ihram belum berlaku sepenuhnya.
“Kain ihram cukup dipakai saja, bisa ditangkupkan seperti selimut agar jemaah tetap hangat dan tidak kedinginan selama di pesawat,” ujar Anis di Madinah, Selasa (5/5) kemarin
Ia menegaskan, sebelum niat ihram diucapkan, jemaah masih diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit seperti celana, jaket, maupun kaus kaki. Hal ini juga berlaku bagi jemaah laki-laki. Sementara itu, jemaah perempuan relatif lebih fleksibel karena tidak memiliki batasan pakaian seperti laki-laki.
Menurutnya, larangan ihram baru berlaku setelah jemaah mengucapkan niat, yang umumnya dilakukan saat melintasi miqat di Yalamlam atau setibanya di Bandara Jeddah.
“Larangan mulai berlaku setelah niat diucapkan dengan lafaz ‘Labbaikallahumma umratan’,” jelasnya.
Setibanya di Jeddah, petugas pembimbing ibadah (Bimbad) akan kembali mengingatkan jemaah untuk segera berniat ihram serta mematuhi seluruh larangan yang berlaku. Pemerintah Indonesia juga memastikan seluruh petugas lintas fungsi siap membantu dan mengingatkan jemaah agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, jemaah perempuan yang masih menggunakan penutup wajah atau sarung tangan diingatkan untuk melepasnya saat sudah berniat ihram. Jika melanggar ketentuan ihram, maka jemaah berpotensi dikenakan dam (denda).
Dengan persiapan sejak embarkasi, diharapkan jemaah haji gelombang II dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tertib, nyaman, dan sesuai syariat.



















