HALOPOS.ID|PALEMBANG – Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan target besar Pemerintah Kota Palembang pada 2026 adalah menghadirkan pemerintahan yang maju, efektif, dan benar-benar melayani masyarakat. Untuk mencapai target tersebut, ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) meninggalkan ego sektoral dan bekerja secara kolaboratif.
Penegasan itu disampaikan Ratu Dewa saat memimpin Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Kepala Perangkat Daerah Tahun 2026 di Ruang Parameswara Setda Kota Palembang, Jumat (30/1/2026).
Menurut Ratu Dewa, ego sektoral hanya akan memperlambat pengambilan keputusan, menghambat program lintas sektor, dan merugikan masyarakat. Ia menegaskan, pola kerja parsial tidak lagi relevan jika Palembang ingin bergerak lebih maju.
“Kalau masih sibuk menjaga wilayah masing-masing dan mengabaikan kepentingan publik, target Palembang Maju 2026 tidak akan tercapai,” tegasnya.
Ratu Dewa menekankan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus diimbangi dengan kinerja nyata, disiplin tinggi, dan keberpihakan kepada masyarakat. Ia juga menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelayanan yang lambat, berbelit, atau tidak produktif.
Wali Kota memberi arahan tegas kepada seluruh pimpinan perangkat daerah agar menjalankan empat prinsip utama. Disiplin kerja sebagai harga mati, evaluasi kinerja tanpa kompromi, fokus pada solusi konkret yang berdampak langsung, serta pengelolaan anggaran yang bersih dan bertanggung jawab.
“Setiap program harus jelas indikatornya, siapa penanggung jawabnya, dan apa hasil nyatanya bagi masyarakat. Ini yang akan kami nilai,” kata Ratu Dewa.
Selain itu, ia menegaskan bahwa anggaran daerah harus dikelola secara akuntabel. Setiap rupiah harus tepat sasaran dan tidak boleh menjadi ruang penyimpangan, baik secara hukum maupun etika.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim, kepala perangkat daerah, pejabat struktural, pimpinan BUMD, serta Direktur RSUD Kota Palembang.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim menambahkan, penandatanganan perjanjian kinerja dan pakta integritas menjadi instrumen pengikat bagi seluruh kepala perangkat daerah untuk mencapai target kinerja tahun 2026.
“Ini menjadi barometer kinerja selama satu tahun anggaran. Semua bisa diukur dan dievaluasi,” tegas Aprizal.
Ia menyebut, seluruh target kinerja telah diselaraskan dengan dokumen perencanaan daerah dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Pemkot Palembang optimistis, dengan kerja kolektif dan disiplin tinggi, target Palembang Maju 2026 dapat direalisasikan melalui pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.















