EKOBIS  

Kopi Sumsel Jadi Peluang Kolaborasi dan Ekonomi Kabupaten/kota

Kopi Hitam Untuk Kesehatan (viralynesia.blogspot.com) 
Kopi Hitam Untuk Kesehatan (viralynesia.blogspot.com) 

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Sumatra Selatan (Sumsel) makin menunjukkan eksistensi di industri perkebunan. Kini branding Kopi Sumsel mulai digeliatkan pemerintah provinsi bersama perbankan daerah Bank Sumsel Babel (BSB) dalam mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Kita diskusi untuk memberdayakan (Kopi Sumsel) bersama BSB. Caranya dengan mendukung (promosi) di beberapa kota. Ini untuk meningkatkan eksistensi Kopi Sumsel,” ujar Pj Gubernur Sumsel dalam rilis kegiatan RUPSLB lanjutan Bank Sumsel Babel (BSB) yang diterima pada, Minggu (15/12/2024).

Langkah pemprov dan promosi merek Kopi Sumsel tidak hanya dilakukan di kabupaten/kota. Harapannya, di masa yang akan datang Kopi Sumsel bisa mendunia dan dikenal secara global. Apalagi secara nasional, produksi kopi Sumsel mencapai 26,72 persen per tahun atau mencapai 212,4 ribu ton.

Elen ingin dari kolaborasi Pemprov dan BSB membuat merek Kopi Sumsel tenar, bisa terealisasi lebih cepat mulai awal 2025. Cara agar merek ini makin eksis, dengan selalu melibatkan Kopi Sumsel di setiap acara daerah.

“Kolaborasi dimulai dari Kota Palembang, kemudian branding ini diikutkan dalam setiap acara, mulai dari akhir sampai awal tahun,” jelas dia.

Sinergi antara Pemprov dan BSB, lanjut Elen, berupa tanggung jawab perbankan daerah dalam mendukung kredit usaha rakyat (KUR) untuk pengembangan Kopi Sumsel. Merek Kopi Sumsel kata Elen berasal dari produksi di berbagai kabupaten potensial.

“Kopi andalan branding kita, Kopi Sumsel bisa didukung BSB. Mulai dari promosi dan pengembangan berikutnya,” kata dia.

Wujud pengembangan Kopi Sumsel pada 2024, telah berlangsung dalam kegiatan pemecahan rekor MURI ‘Minum Kopi Terbanyak’ di Indonesia pada 13 Juli 2024 lalu. Event itu melibatkan 27 ribu orang untuk untuk minum kopi dari seluruh kabupaten/kota Sumsel yang digelar di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Catatan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, produksi kopi dari Sumsel sejak tahun 2021 memiliki potensi produksi tertinggi secara 10 besar nasional, yakni di angka 191.081 ton biji kopi kering. Angka tersebut setara 22 persen dari total produksi kopi yang dihasilkan dari seluruh daerah di Indonesia.

“Kita kerjasama, beberapa daerah meningkatkan perekonomian dan menangkap peluang kolaborasi di kabupaten/kota,” jelas Elen.

Berdasarkan hasil kualitas biji kopi, produksi kopi dari sejumlah wilayah di Sumsel memiliki ciri khas masing-masing. Daerah produksi kopi antara lain Semendo (Muara Enim), Baturaja (OKU), Muaradua (OKU Selatan), dan Pagar Alam.

Direktur Utama BSB Achmad Syamsudin menambahkan, hasil diskusi bersama pemerintah daerah dalam optimalisasi pembiayaan ekonomi dan akses keuangan KUR, perbankan daerah fokus kepada potensi produksi kopi dan petani daerah.

“Salah satunya Kopi Pagar Alam,” kata dia saat RUPSLB pertama di Kantor Jakabaring, Jumat (6/12/2024) lalu.

Perbankan daerah masih yakin lewat penyaluran KUR, hasil produksi kopi mampu menopang pertumbuhan ekonomi wilayah. Apalagi dari catatan BSB per 30 Juni 2024, penyaluran KUR kepada UMKM untuk modal pengembangan di sektor perkebunan dan pertanian sebesar Rp435 miliar dari total KUR keseluruhan Rp 772 miliar. (UC)