HALOPOS.ID|PALEMBANG – Pilot Project pertama “ The Gardenship ™” oleh Andrew Hayim De Vries dari WastePlant Tropic Indonesia, fasilitas pengelolaan sampah makanan menjadi tanah organik dengan menggunakan Cacing (Vermicompost) menggadeng produsen probiotik lokal Palembang, Promic Biowash.
Bapak Andrew Hayim De Vries berasal dari Australia, adalah penemu, designer ekologi, pembicara dan konsultan yang selama 18 tahun terakhir mendalami tentang sistem kompos.
Kenapa membangun gardenship di Indonesia? Indonesia menghasilkan sampah makanan sebanyak, no 2 di dunia setelah Arab Saudi, namun disisi lain tingkat kelaparan no 3 di dunia. Jumlah sampah yang Semua ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang sampah makanan dan pengolahannya, infrastruktur yang belum memadai and juga pola perilaku masyarakat terhadap makanan.
Sampah makanan jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi gas beracun dan menyumbang emisi carbon, selain itu sampah makanan yang membusuk dan dibiarkan bisa menjadi sarang penyakit.
Bapak Andrew melihat hal ini sangat mengkhawatirkan bila sampah makanan di Indonesia tidak ditangani dengan baik, karena Indonesia menurutnya sangatlah luar biasa indah dengan segala sumber daya alam dan manusianya.
Dia mempunyai kenangan sendiri dengan Indonesia, karena ayahnya tumbuh dan besar di Bandung, Indonesia lebih dari 20 tahun.
Menurutnya pengolahan sampah harus dilakukan secara desentralisasi dengan teknologi yang sederhana namun tepat dan juga gampang dipindahkan, sehingga bisa diaplikasikan dalam skala kecil/komunitas sekalipun.
Berawal dari mendesain Subpod, pengolahan sampah secara sederhana skala rumahan dia terinspirasi untuk membuat pengolahan sampah yang terintegrasi, dari sampah makanan menjadi tanah subur dan nantinya akan ditanam oleh tanaman pangan yang disebut sebagai Gardenship, dan beliau sudah membuat patent untuk designnta.
Tempat ini bukan hanya pengolahan sampah saja, namun unsur edukasi menjadi elemen yang sangat penting karena fasilitas tanpa perubahan perilaku dan pengetahuan yang memadai kan memerlukan waktu lama untuk berubah.
Pak Andrew bekerja sama dengan pasangan muda dari Palembang, Ivonne dan Juta, yang baru saja menerima penghargaan sebagai salah satu Inovator muda di Sumatra Selatan. Mereka membuat probiotik yang melengkapi sistem vermi kompos yang dibuat oleh Andrew, membuat pengomposan lebih cepat dan tidak menimbulkan bau.
Untuk melihat dan belajar tentang sistem ini silahkan kunjungi Kebun Buddhi Pusat Budaya Baru, Talang Buluh Banyuasin.
Asisten 1 Pemerintah Provinsi Sumsel, Drs Edward Chandra sangat mendukung inovasi Mr Andrew, apabila ini menjadi contoh untuk dikembangkan di Sumsel, khusus kota Palembang yang penggunaan sampah nya banyak.
Menurut Edward, cara ini sangat sejalan dengan program Bapak Gubernur Herman Deru, Gerakan Sumsel Pemberi Pangan.
“Hari ini kita melihat ke lokasi, Mr Andrew, cara Pengolahan sampah organik menjadi kompos yang sangat efektif dan efisien untuk kebutuhan pupuk masyarakat. Sampah sampah ini berupa sisa sisa makanan, buah buahan dan tanaman kering yang bisa dimanfaatkan untuk bahan pupuk kompos,” kata Asisten 1 Pemprov Sumsel















