EKOBIS  

YLKI Sumsel Minta My Pertamina di Stop

HALOPOS.ID, PALEMBANG | Sejak diberlakukan My Pertamina dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi SPBU mengakibatkan antrian panjang kendaraan.

Di samping itu, masyarakat konsumen mengeluh karena belum bisa mengaplikasikan My Pertamina.

Menyikapi hal tersebut, ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel Dr RM Taufik Husni SH MH meminta pihak Pertamina men stop, kalaupun itu akan dipaksakan
harusnya lebih di sosialisasikan dahulu kepada masyarakat.

” Artinya my Pertamina ini karena belum banyak di sosialisasikan lebih baik di stop dulu. Karena YLKI Sumsel banyak menerima keluhan masyarakat konsumen khususnya kalangan menengah kebawah merasa kesulitan dengan adanya pengoperasian my Pertamina ini,” ungkapnya, Rabu (10/8/2022).

Taufik Husni atau akrab disapa TAHU ini menjelaskan, bahwasanya masyarakat konsumen banyak yang mengeluh karena belum bisa menggunakan aplikasi my Pertamina ini.

Aplikasi my Pertamina pertama kali ketika diluncurkan itu banyak masyarakat khusunya gaptek terhadap teknologi mengalami kesulitan.

“Pada saat awal terjadinya penumpukan dua sampai tiga kilometer kendaraan yang mengantri di SPBU, sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya,” kata ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem DPW Sumsel.

Masih dikatakan TAHU, sambil seiring berjalan pun sama masih masyarakat mengalami kesulitan pengoperasian my Pertamina.

“Karena syarat memiliki my Pertamina harus membawa perangkat handphone. Nah, disinilah persoalan kendala masyarakat ketika dia tidak membawa handphone harus balik lagi ,” cetus wakil ketua DPW Nasdem Sumsel.

Kemudian, harus booking dulu melalui aplikasi my Pertamina, misalnya dia telat booking maka akan menjadi persoalan.
Tersedianya bahan bakar habis di tempat, begitu antrian panjang, giliran antrian BBM habis.

” Ditambah lagi Jaringan internet apabila ada gangguan, kuota dan charger habis serta masih banyak lainnya,” ucapnya.

Selain itu, keluhan masyarakat yang menjadi problem terutama pengguna jalan karena penumpukan, sehingga menimbulkan kemacetan panjang.

Kalaupun itu dipaksakan harusnya terpenting setiap SPBU yang ketersediaan BBM bersubsidi di jaga oleh petugas sehingga tidak menggangu bagi pengguna jalan lainnya.

“Karena YLKI Sumsel menerima keluhan masyarakat konsumen khususnya kalangan menengah kebawah merasa kesulitan dengan adanya pengoperasian my Pertamina ini,” tandasnya.(wan)