MUBA – Sejumlah penjabat di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memilih Bungkam pasca penggeledahan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor dinas PUPR Kabupaten Muba, Jumat Malam. Bahkan nomor sejumlah pejabat PUPR mendadak non aktif. Kantor dinas pun masih dalam kondisi tersegel oleh KPK.
Para awak media pun mencoba menghubungi Bupati Muba, Dodi Reza sekitar pukul 00.44 melalui pesan WhatsApp. Namun hanya menunjukkan centang satu yang artinya tidak aktif dan sampai saat ini belum ada balasan. Begitu juga dengan wakil Bupati Muba, Beni Hernedi yang dihubungi sekitar pukul 00.32 WIB namun tidak memberi respon dan memilih menonaktifkan nomor WhatsApp.
Namun berdasarkan info dari Humas dan Protokol kabupaten Muba, hanya memberikan informasi jika saat ini posisi Bupati Dodi tengah berada di Jakarta dan sedang ada urusan pribadi.
Sebelumnya Gedung belakang PUPR Muba mendadak diperiksa beberapa petugas dari KPK Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.
Para petugas tersebut berjumlah sekitar 4-5 orang dengan menggunakan mobil jenis Innova warna abu-abu.
Tampak pintu masuk depan gedung Dinas PUPR sudah dipasang stiker putih bertuliskan Dalam Pengawasan KPK.
Salah satu warga Sekayu, Andif yang berada di lokasi penggeledahan mengatakan, menurut informasi terjadi OTT di PUPR.
“Untuk informasi kita belum jelas siapa yang ditangkap. Sementara ini belum tahu siapa yang terlibat, yang jelas pihak PUPR. Makanya banyak warga yang berdatangan sekadar memastikan apakah isu itu benar atau tidak,” ujarnya.
Sementara itu, Kadir yang merupakan security dinas PUPR menambahkan, rombongan petugas yang berjumlah 6 orang datang pukul 21.00 dengan mengendarai satu unit Avanza dan dua unit Innova.
Sayangnya, tim dari Lembaga Anti Rasuah tersebut enggan memberikan komentar sepatah kata pun. Sembari membawa keluar sejumlah berkas, semuanya langsung masuk mobil dan meninggalkan kantor dinas PUPR kabupaten Muba.(IS)
















