HALOPOS.ID|PALEMBANG – Penataan papan reklame di Sumatera Selatan jadi sorotan Gubernur Sumsel Herman Deru. Saat mengukuhkan Asosiasi Pengusaha Advertising Sumatera Selatan (APAS SEL) di Auditorium Bina Praja Palembang, Rabu (23/9/2026), ia meminta pengusaha reklame tidak asal pasang.
Menurut Herman Deru, lahirnya APAS SEL adalah sejarah baru. Untuk pertama kalinya, pengusaha advertising di Sumsel memiliki wadah resmi. Organisasi ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak, mengingat luasnya wilayah Sumsel dengan 3.258 desa dan kelurahan yang membutuhkan media promosi.
Namun, ia mengingatkan, keindahan kota adalah harga mati.
“Jangan asal pasang. Estetika itu yang paling penting. Reklame harusnya mempercantik sudut kota, bukan malah merusak pemandangan,” tegas Herman Deru.
Ia menekankan tiga kunci: lokasi harus tepat, ukuran harus proporsional, dan bentuk harus selaras dengan kawasan. Jika tertib, reklame justru akan menjadi penambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan sumber kesemrawutan.
Gubernur yang dikenal dengan tagline Sumsel Maju Untuk Semua itu juga meminta agar reklame di Sumsel punya identitas. Ia mendorong pelaku usaha untuk menyelipkan unsur kearifan lokal seperti tanjak dan kain wastra dalam desain, tanpa harus dipaksakan.
“Silakan maju mengikuti zaman, tapi jangan tinggalkan warisan leluhur. Kalau bisa indah dan ada budaya Sumselnya, itu lebih bagus,” ujarnya.
Selain itu, Herman Deru menantang para pengusaha advertising untuk membuat pesan yang komunikatif dan relevan bagi anak muda. Pesan harus singkat, jelas, dan enak dilihat, seperti kreativitas iklan di bak truk yang sering viral karena unik.
Ia berharap APAS SEL bisa menjadi pelopor nasional.
“Saya ingin APAS SEL ini jadi trend setter. Sumsel harus jadi contoh daerah lain dalam tata kelola advertising,” katanya.
Ketua APAS SEL, Indrayani, menyambut arahan tersebut. Ia menegaskan APAS SEL siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan tertib regulasi.
“Ini adalah tonggak baru bagi kami. APAS SEL lahir dari Sumsel, oleh insan Sumsel, untuk Sumsel. Kami ingin bersinergi, bukan jalan sendiri-sendiri. Pemerintah butuh kepastian usaha, masyarakat butuh pembangunan yang bermanfaat,” ujar Indrayani.
Laporan : Adi
















