HALOPOS.ID|PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang ingin Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) tidak stagnan. Ia meminta program andalan Pemprov Sumsel itu naik level dari sekadar penyaluran bantuan menjadi gerakan yang melahirkan kemandirian dan penghasilan bagi warga.
Hal itu ditegaskan Cik Ujang dalam agenda Ngopi Bareng GSMP yang digelar di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Palembang, Senin (14/9/2026).
Menurut Cik Ujang, diskusi pembangunan akan lebih mengena jika dikemas santai dan membumi seperti ngopi bareng. Model seperti ini lebih disukai masyarakat dibanding forum formal yang kaku.
“GSMP ini bukan soal bantuan saja. Kita mau masyarakat lebih produktif. Targetnya warga bisa penuhi pangan sendiri, bahkan dari situ bisa dapat nilai ekonomi,” kata Cik Ujang.
Ia menegaskan, orientasi GSMP ke depan adalah pemberdayaan. Warga Sumsel harus beralih peran, dari yang tadinya hanya menerima manfaat menjadi pelaku utama penggerak pangan.
“Jangan jadi penerima terus, harus jadi pelaku. Itu inti dari GSMP naik kelas,” ucapnya.
Dalam forum tersebut, Cik Ujang sekaligus mengukuhkan dua wadah penguat GSMP, yakni Forum Kemitraan Sinergi GSMP dan Pandu GSMP. Pengukuhan ini untuk memastikan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan mitra berjalan solid di lapangan.
Di sisi lain, Sekda Sumsel Edward Candra mengungkapkan GSMP punya andil dalam tren penurunan kemiskinan di Sumsel.
Tercatat angka kemiskinan Sumsel turun dari 9,85 persen pada September 2025 menjadi 9,50 persen pada Maret 2026.
Edward menyebut, 75,26 persen garis kemiskinan disumbang dari komponen makanan. Karena itu intervensi di sektor pangan menjadi sangat vital.
“Kualitas konsumsi warga juga membaik, terlihat dari Skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang terus naik,” ungkapnya.
Namun, Edward mengakui masih ada catatan yang perlu dibenahi. Mulai dari koordinasi antar pihak, pendampingan di lapangan, akurasi data penerima, hingga hilirisasi hasil pangan.
Ia menilai solusinya bukan dengan menambah bantuan semata, melainkan perbaikan sistem.
“Kita butuh tata kelola yang lebih rapi, Pandu dan Sinergi GSMP diperkuat, dan data sasaran dibangun berbasis DTSEN,” jelasnya.
Program yang diinisiasi sejak 2021 di masa kepemimpinan Herman Deru – Cik Ujang ini diharapkan menjadi gerakan bersama, bukan sekadar program pemerintah, untuk mewujudkan keluarga mandiri pangan di seluruh Sumsel.
Laporan : Adi
















