HALOPOS.ID|PALEMBANG – Sebanyak 81 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang resmi dilantik Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Prosesi pelantikan digelar di Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Tasik, Senin 24 Agustus 2026.
Pelantikan kali ini mencakup dua posisi strategis eselon II. Jabatan Kepala Dinas Perhubungan kini diisi Sariansyah Ismail, yang sebelumnya memimpin Kecamatan Alang-Alang Lebar. Sementara kursi Kepala DPMPTSP dipercayakan kepada Muhammad Fadly, mantan Camat Sukarami.
Ratu Dewa menegaskan rotasi dan promosi jabatan ini bukan acara formalitas. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik langsung menunjukkan kinerja nyata.
“Ini bukan hanya seremoni. Ini adalah bentuk amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja dan hasil,” tegas Ratu Dewa dalam sambutannya.
Perhatian khusus ia berikan kepada Dinas Perhubungan. Ratu Dewa langsung memberikan instruksi pertama kepada Kadishub yang baru untuk berbenah di internal dan menyelesaikan persoalan klasik yang dikeluhkan warga.
Isu yang paling disorot adalah banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam. Ratu Dewa menetapkan batas waktu 30 hari untuk penuntasan di seluruh koridor jalan arteri.
Ia menilai jalan yang minim penerangan sangat berbahaya dan tidak bisa ditoleransi.
“Ini bukan soal keindahan kota, ini menyangkut keselamatan. Titik jalan yang gelap bisa memicu kecelakaan dan aksi kejahatan. Taruhannya nyawa masyarakat,” kata dia.
Ratu Dewa pun memberikan peringatan keras agar tidak ada dalih dalam pelaksanaan tugas tersebut.
“Saya minta 30 hari semua lampu di jalan utama harus menyala 100 persen. Jangan ada alasan soal anggaran atau kendala teknis,” ujarnya.
Tak hanya PJU, Ratu Dewa juga menyinggung belum optimalnya penguraian kemacetan di sejumlah simpang. Menurutnya, persoalan macet di Palembang masih bisa dikendalikan asalkan ada manajemen yang solid dan kepemimpinan yang tegas di Dishub.
Ia mendorong pemberdayaan maksimal Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lapangan.
“Bagaimana cara Kadishub memimpin anak buahnya. UPT harus difungsikan secara maksimal,” ucapnya.
Bahkan, Ratu Dewa membuka opsi evaluasi keras bagi personel yang tidak menunjukkan loyalitas dan kinerja.
“Kalau ada anggota UPT yang tidak loyal dan tidak dedikasi, tindak tegas. Pecat saja,” katanya.
Untuk kemacetan, Ratu Dewa memasang target penurunan titik macet hingga 40 persen. Ia meminta laporan perkembangan disampaikan setiap pekan langsung kepadanya.
“Target saya, titik kemacetan berkurang minimal 40 persen. Saya sudah lebih dari setahun turun langsung cek lapangan. Jadi penempatan personel harus lebih terukur dan pembagian titik jaganya harus jelas,” tutup Ratu Dewa.
Laporan : Rini
















