HALOPOS.ID|BENGKULU SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu terus mendorong percepatan pembangunan daerah melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan investasi.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan CSR dan investasi, diharapkan berbagai program prioritas dapat terlaksana lebih optimal, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan potensi daerah.
Pemerintah daerah menilai bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif di Bengkulu Selatan. Kehadiran investor juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mendorong daya saing daerah.
“Pemkab Bengkulu Selatan berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan perizinan serta membangun komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha agar investasi yang masuk dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Bengkulu Selatan diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi kemajuan daerah di masa mendatang.
Disampaikan Bupati H. Rifai Tajudin dan Wakil Bupati Yevri Sudianto kemarin (4/6/2026) mulai menunjukkan arah pembangunan baru yang lebih progresif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Memasuki awal masa kepemimpinan, berbagai langkah strategis mulai dijalankan untuk mempercepat pembangunan daerah, mulai dari penguatan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, pengembangan investasi, hingga mendorong keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan sekarang ini, mengedepankan pola pembangunan kolaboratif dengan membuka sinergi bersama pemerintah pusat, BUMN, BUMD, hingga sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Bupati H. Rifai Tajudin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi langkah penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
“Pembangunan harus dilakukan bersama-sama. Pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi lebih cepat dan merata,” ujar Rifai Tajudin. Salah satu langkah konkret yang mulai dijalankan adalah pembahasan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) Tahun 2026. Melalui program tersebut, pemerintah daerah mendorong dukungan dunia usaha untuk membantu pembangunan fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi solusi strategis di tengah keterbatasan fiskal daerah sekaligus memperkuat percepatan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintahan Rifai Tajudin juga mulai membangun kerja sama lintas daerah melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah daerah lain.Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat inovasi pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas daerah, hingga membuka peluang investasi yang lebih luas bagi Bengkulu Selatan.(ADV)


















