PALEMBANG – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumsel dalam waktu dekat akan melaksanakan proses tender pembangunan Flyover (FO) Simpang Angkatan 66. Saat ini, BBPJN Wilayah Sumsel masih menyelesaikan proses administrasi proyek yang menelan anggaran hingga Rp251 miliar tersebut.
“Kami masih menunggu izin multiyears keluar. Kalau ini sudah keluar, tender akan langsung dilaksanakan,” kata Kepala BBPJN Wilayah Sumsel, Kiagus Syaiful Anwar.
Syaiful menuturkan, rencananya proyek FO Simpang Angkatan 66 bakal memakan waktu pengerjaan hingga 16 bulan. Sehingga, proyek tersebut masuk dalam kategori proyek multiyear. Nah, untuk proyek tahun jamak tersebut, membutuhkan izin khusus dari Kementerian Keuangan.
Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu penyelesaian pembebasan lahan yang dilakukan oleh Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang. “Kami juga masih menunggu Pemprov dan Pemkot menyelesaikan pembebasan lahannya. Infonya dari Pemkot Palembang sudah ada pencairan lagi. Kalau tender kami upayakan secepatnya,” terangnya.
Ia menjelaskan, pembangunan FO tersebut mendesak dilakukan untuk memecah kemacetan. “Kondisinya memang sangat padat. Makanya pembangunan sangat mendesak. Kami berharap untuk pembebasan lahan bisa segera diselesaikan. Sehingga, proses pembangunan konstruksi bisa dimulai akhir tahun ini atau awal 2022,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Sumsel, Darma Budhy mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat bakal melakukan proses pembebasan lahan tahap terakhir. Tahap 1, sebanyak 16 persil telah dibebaskan dengan total anggaran sebesar Rp9.810.120.008. Lalu, tahap 2 sebanyak 20 persil sebesar Rp12.704.629.274.
“Untuk tahap 3, ada 33 persil yang bakal dibayarkan sebesa Rp29.334.619.956. Kemungkinan dalam waktu dekat akan kami laksanakan,” pungkasnya.(IS)




















