Audiensi DPRD dan Aliansi Peduli Sidoarjo Tetap Digelar, Wakil Bupati Berhalangan Hadir

Audiensi DPRD dan Aliansi Peduli Sidoarjo Tetap Digelar, Wakil Bupati Berhalangan Hadir
Audiensi DPRD dan Aliansi Peduli Sidoarjo Tetap Digelar, Wakil Bupati Berhalangan Hadir

HALOPOS.ID\SIDOARJO — Audiensi antara pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo dengan massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Sidoarjo tetap berlangsung di Gedung DPRD Sidoarjo, Kamis (12/3/2026), meskipun Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Indayana tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan yang digelar di lobi ruang Ketua DPRD Sidoarjo lantai dua itu dihadiri Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Golkar Warih Andono, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDIP Suyarno, serta Bupati Sidoarjo Subandi. Turut hadir Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, unsur Forkopimda, serta sejumlah perwakilan Aliansi Peduli Sidoarjo.

Audiensi tersebut menjadi kelanjutan dari aspirasi yang sebelumnya disampaikan aliansi terkait permintaan mediasi antara Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Dalam forum itu, massa kembali menagih komitmen DPRD untuk memfasilitasi pertemuan kedua pimpinan daerah tersebut.

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menyampaikan bahwa pihaknya menghargai kehadiran masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara terbuka dan tertib. Menurutnya, DPRD berkomitmen menampung dan menindaklanjuti berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.

“Pada prinsipnya DPRD terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Kami mengapresiasi kehadiran Aliansi Peduli Sidoarjo yang menyampaikan pandangannya secara langsung,” ujarnya.

Nasih menjelaskan, DPRD telah berupaya membuka berbagai jalur komunikasi untuk mendorong terbangunnya kembali sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan formal maupun informal.

“Kami sudah mencoba banyak cara, istilahnya banyak pintu yang kami tempuh agar komunikasi bisa kembali terbangun dengan baik,” katanya.

Ia juga menyinggung sejumlah agenda sosial di bulan Ramadan yang diinisiasi DPRD, termasuk kegiatan santunan anak yatim piatu yang rencananya dihadiri Bupati Sidoarjo. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi berbagai pihak.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono menegaskan bahwa DPRD siap memfasilitasi komunikasi apabila kedua pihak berkenan untuk bertemu.

“Kami siap membantu memfasilitasi jika memang ada keinginan untuk bertemu. Bahkan jika diperlukan, kami juga siap mengantarkan perwakilan aliansi untuk menyampaikan aspirasi kepada Wakil Bupati,” ujarnya.

Warih menambahkan, meskipun partai politik menjadi pengusung dalam proses pencalonan kepala daerah, setelah terpilih kepemimpinan tersebut merupakan milik seluruh masyarakat Sidoarjo.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintahan tetap berjalan baik dan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan maksimal,” katanya.

Di sisi lain, perwakilan Aliansi Peduli Sidoarjo, Bramada Pratama Putra, menegaskan bahwa kedatangan mereka merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan daerah. Ia berharap DPRD dapat segera merealisasikan forum pertemuan antara Bupati dan Wakil Bupati.

“Kami berharap DPRD bisa menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati dalam satu forum resmi. Tujuannya agar komunikasi terbuka dan tidak menimbulkan persepsi yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bramada, soliditas pimpinan daerah sangat penting dalam menjaga efektivitas kebijakan dan keberlanjutan program pembangunan.

Namun demikian, ia juga menyadari bahwa proses mediasi memerlukan tahapan serta komunikasi yang tidak sederhana.

“Kami memahami ada proses dan mekanisme yang harus ditempuh. Harapannya tentu dialog bisa terjadi secara produktif dan membawa solusi bagi masyarakat,” katanya.

Hingga audiensi berakhir, pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka. DPRD menyatakan akan terus berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

Sejumlah kalangan menilai, di tengah dinamika yang berkembang, masyarakat tetap berharap pelayanan publik dan program pembangunan di Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan optimal. Soliditas kepemimpinan daerah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan agenda pembangunan di daerah tersebut.