HALOPOS.ID|PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat diplomasi pendidikan dengan membuka jejaring kerja sama lintas negara guna meningkatkan daya saing pelajar di tingkat global. Melalui Dinas Pendidikan Sumsel, sekitar 60 negara kini masuk dalam skema kolaborasi yang mencakup pertukaran pelajar, program pendidikan jangka pendek, hingga beasiswa luar negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah agar mampu bersaing di kancah internasional.
“Salah satu program yang segera berjalan adalah pertukaran pelajar ke Jepang, dengan durasi mulai dari empat minggu hingga sebelas bulan, sesuai skema yang diikuti,” ujar Mondyaboni.
Menurutnya, program internasional ini tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, serta pemahaman lintas budaya. Pelajar diharapkan membawa perspektif global saat kembali ke daerah, sehingga mampu menjadi agen perubahan di Sumsel.
Selain Jepang, Disdik Sumsel juga menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi di Australia yang menawarkan beasiswa bidang agribisnis dan pertanian. Program ini dinilai strategis karena sejalan dengan potensi ekonomi Sumsel yang bertumpu pada sektor pertanian dan sumber daya alam.
“Penguatan SDM di bidang agribisnis sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” jelasnya.
Disdik Sumsel menegaskan akan memfasilitasi sosialisasi, seleksi, serta pendampingan peserta program internasional agar kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan transparan.
Langkah perluasan kerja sama pendidikan ini menjadi bagian dari visi besar Pemprov Sumsel untuk mencetak generasi unggul, adaptif terhadap tantangan global, serta mampu membawa nama Sumatera Selatan ke tingkat dunia.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Herwanto
















