Cara Gus Fawait Entaskan Kemiskinan di Jember, Siapkan UMKM Baru hingga Tanggung Bunga Pinjaman

Bupati Jember, Muhammad Fawait
Bupati Jember, Muhammad Fawait

HALOPOS.ID/JEMBER – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember menjadi fokus utama Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Meski sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berkembang, angka kemiskinan di Jember masih tergolong tinggi.

“UMKM di Jember maju, tapi kemiskinan di Jember juga maju,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait di Pendopo Wahyuwibawagraha Jumat (13/2/2026).

Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak langsung pada masyarakat miskin, khususnya kelompok miskin ekstrem usia produktif.

Sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan, Pemkab Jember tidak hanya mempertahankan UMKM yang sudah berjalan. Pemerintah daerah akan menciptakan UMKM baru yang berasal dari masyarakat miskin ekstrem usia produktif.

Menurut Gus Fawait, kebijakan ini bertujuan agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif dan membuka akses usaha bagi warga yang belum tersentuh peluang ekonomi.

“Salah satu strategi kita adalah memunculkan UMKM baru. Yang sudah ada kita support, tapi yang baru akan kita munculkan dari masyarakat miskin, terutama miskin ekstrem usia produktif,” paparnya.

Langkah ini diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat miskin untuk naik kelas secara ekonomi, sehingga program pengentasan kemiskinan di Jember berjalan lebih tepat sasaran.

Dalam merealisasikan strategi tersebut, Pemkab Jember menyiapkan program pendampingan usaha secara menyeluruh, mulai dari pelatihan hingga akses permodalan.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pelatihan kewirausahaan, tetapi juga dukungan fisik seperti gerobak dan peralatan usaha. Selain itu, pemerintah akan menghubungkan pelaku UMKM baru dengan lembaga pendanaan, termasuk lembaga di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Menariknya, skema pembiayaan yang disiapkan tergolong ringan. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menanggung bunga pinjaman, sehingga pelaku usaha hanya membayar pokok pinjaman.

“Bunganya insyaallah kita tanggung. Jadi mereka hanya ketanggungan pinjaman saja,” tegasnya.

Skema ini menjadi bagian penting dalam strategi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi, agar warga tidak terbebani bunga tinggi saat memulai usaha.

Selain memperkuat ekonomi lokal melalui UMKM, Pemkab Jember juga memanfaatkan potensi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai salah satu solusi pengentasan kemiskinan.

Gus Fawait menyatakan, pemerintah akan bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada calon PMI asal Jember.

Pengiriman PMI akan dilakukan secara legal, terukur, dan dikawal pemerintah agar penempatan kerja jelas serta penghasilan terjamin.

“Kita kirim PMI dikawal oleh pemerintah. Tempatnya jelas, penghasilannya juga jelas,” tandasnya.

Melalui penciptaan UMKM baru dari kelompok miskin ekstrem, pendampingan usaha menyeluruh, skema pembiayaan ringan, serta program PMI terukur, Pemkab Jember menargetkan penurunan angka kemiskinan secara signifikan.

Strategi pengentasan kemiskinan di Jember ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat usia produktif agar mampu mandiri secara ekonomi dan berkontribusi pada pertumbuhan daerah secara berkelanjutan.