HALOPOS.ID|PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan program edukasi kesehatan reproduksi dan perilaku seksual aman di kalangan pelajar sekolah menengah atas sebagai upaya menekan penularan HIV/AIDS yang masih tergolong tinggi.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 907 kasus baru HIV/AIDS di Sumatera Selatan. Sebagian besar kasus terjadi pada kelompok usia produktif dan dipicu oleh perilaku seksual berisiko.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah mengatakan edukasi kepada pelajar menjadi salah satu fokus utama karena kelompok usia muda dinilai rentan terhadap informasi yang keliru terkait kesehatan seksual.
“Upaya sosialisasi mengenai bahaya seks bebas dan pentingnya perilaku seksual aman terus kami lakukan, termasuk dengan menyasar pelajar SMA,” kata Ira, Selasa (20/1/2026).
Ia menyebutkan dari total kasus baru pada 2025, penularan melalui hubungan heteroseksual mendominasi dengan 533 kasus, disusul hubungan homoseksual sebanyak 344 kasus.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa HIV/AIDS telah menyebar luas di masyarakat dan tidak terbatas pada kelompok tertentu.
Menurut Ira, rendahnya pemahaman tentang seks aman serta masih kuatnya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS menjadi kendala serius dalam upaya pencegahan.
“Masih banyak masyarakat yang takut atau enggan melakukan tes karena stigma. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih lanjut,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Sumsel memastikan layanan konseling, pemeriksaan, dan pengobatan HIV tersedia secara luas dan menjaga kerahasiaan pasien di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng komunitas dalam memberikan pendampingan bagi ODHA.
Meskipun jumlah kasus pada 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 992 kasus, Dinkes Sumsel menilai angka tersebut masih perlu mendapat perhatian serius karena jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang hanya mencatat 321 kasus.
“Kolaborasi lintas sektor dan dukungan komunitas akan terus diperkuat agar angka penularan HIV/AIDS di Sumatera Selatan dapat ditekan secara berkelanjutan,” pungkasnya.















