Tertunda Satu Tahun, Wisata Tower Jembatan Ampera Masih Tanggung Jawab BBPJN, Belum Diserahkan ke Pemkot Palembang

Jembatan Ampera Palembang
Jembatan Ampera Palembang

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Meski sempat ditargetkan dibuka untuk umum pada 1 Februari 2025, wisata tower Jembatan Ampera Palembang hingga Januari 2026 masih belum beroperasi. Kondisi ini membuat masyarakat Sumatera Selatan, khususnya warga Palembang, harus menunda menikmati sensasi pemandangan kota dan Sungai Musi dari atas tower ikonik tersebut.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menjelaskan keterlambatan ini disebabkan karena izin pengoperasian tower dari Kementerian Pekerjaan Umum masih dalam proses pinjam pakai.

“Wisata tower Ampera masih tanggung jawab pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Kenapa belum diresmikan? Karena asetnya belum diserahkan ke Kota Palembang,” jelas Dewa, Senin (19/1/2026).

Dewa menegaskan, Pemkot Palembang sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk mengelola tower ini sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, pengelolaan belum dapat dilakukan karena aset dan tanggung jawab masih berada di BBPJN Sumsel.

“Kalau kita punya keinginan kuat untuk mendapatkan PAD, tetapi pihak BBPJN dan Pak Gubernur Sumsel sudah menelepon, dan kita menunggu tindak lanjutnya untuk progresnya saja nanti,” ujar Dewa.

Sebelumnya, pengelolaan Jembatan Ampera sepenuhnya berada di bawah BBPJN Sumsel, naungan Kementerian PUPR. Lembaga ini bertanggung jawab atas pemeliharaan, perawatan, dan revitalisasi jembatan, termasuk pembersihan rutin, pengecatan, pengecekan struktur, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti lift otomatis.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan tower Jembatan Ampera akan dibuka untuk umum, meninggalkan penantian panjang bagi warga dan wisatawan yang ingin menikmati ikon kota Palembang dari ketinggian.