HALOPOS.ID/JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 memegang peran kunci dalam menciptakan sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia.
Optimisme tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan haji yang lebih profesional dan berorientasi pada jamaah.
Menurut Dahnil, jika Presiden melihat langsung kesiapan dan semangat para petugas haji saat ini, ia meyakini Presiden akan merasa bangga dan optimistis terhadap penyelenggaraan haji 2026.
“Saya yakin Presiden Prabowo akan gembira melihat wajah optimisme para petugas haji hari ini. Penyelenggaraan haji 2026 akan jauh lebih baik di tangan Anda semua,” kata Dahnil saat sambutan dalam acara apel bersama Petugas Haji 2026 di asrama haji pondok gede Jakarta, Kamis (15/1/2025)
Dahnil menekankan bahwa haji 2026 menjadi momentum penting karena merupakan penyelenggaraan haji pertama oleh Kementerian Haji dan Umroh yang dibentuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kemenhaj RI dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan haji masa kini dan masa depan.
Ia meminta seluruh petugas haji berbangga menjadi bagian dari tonggak sejarah tersebut, sekaligus menyadari besarnya tanggung jawab yang melekat.
Dahnil mengungkapkan bahwa pelatihan petugas haji 2026 merupakan yang terpanjang dan paling serius dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia, dengan durasi mencapai 20 hari dan pendekatan semi-militer.
Pendekatan tersebut, kata Dahnil, bertujuan membangun disiplin, kekompakan, dan menghilangkan ego sektoral maupun jabatan.
“Tidak ada profesor, dokter, atau pejabat di sini. Yang ada hanya satu identitas, yakni keluarga besar petugas haji,” ujarnya.
Dahnil juga membagikan kisah seorang jamaah haji asal Lampung Selatan bernama Tobroni, yang harus menunggu 25 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci dengan perjuangan luar biasa, termasuk menjual rumah dan sawah.
Kisah tersebut, menurutnya, menjadi pengingat kuat bahwa petugas haji melayani jamaah yang mempertaruhkan seluruh hidup dan hartanya demi menunaikan rukun Islam kelima.
“Orang-orang seperti Pak Tobroni inilah yang akan kita layani. Jangan pernah ada pengkhianatan terhadap amanah mereka,” tegas Dahnil.
Dahnil menegaskan bahwa setiap petugas haji 2026 memikul tiga amanah utama, yaitu amanah dari Allah SWT, amanah dari jamaah haji, dan amanah dari negara.
Ia mengingatkan, kegagalan menjaga amanah tersebut bukan hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga nilai-nilai spiritual ibadah haji itu sendiri.
Ia berharap seluruh petugas yang lolos pelatihan dapat menuntaskan pendidikan hingga akhir dan siap bertugas pada April–Mei 2026 demi mewujudkan penyelenggaraan haji yang profesional, aman, dan berkeadilan.
















