HALOPOS.ID|JEMBER – Komitmen Bupati Jember Muhammad Fawait dalam memperluas akses hunian terjangkau kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kini tengah menggagas program rumah subsidi khusus untuk mahasiswa, dan Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah percontohan utama.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan, skema perumahan ini ditujukan bagi mahasiswa yang selama ini kesulitan membeli rumah dengan sistem konvensional. Menurutnya, Jember dipilih karena memiliki banyak perguruan tinggi aktif serta dukungan penuh dari pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gus Fawait.
“Tiga hal luar biasa di Jember. BPHTB gratis, PBG gratis, dan izin cepat tanpa pungli. Saya berterima kasih kepada Pak Bupati Muhammad Fawait,” ungkap Maruarar Sirait dalam kunjungan kerjanya di Jember Minggu (19/10/2025)
Maruarar juga memuji kepemimpinan Gus Fawait yang dinilai memahami persoalan pembangunan dari berbagai sisi—mulai dari kebijakan makro, teknis lapangan, hingga regulasi daerah. Ia menilai hal tersebut menjadi modal penting untuk melahirkan inovasi efektif di sektor perumahan.
Terkait dengan program rumah subsidi mahasiswa, Maruarar mendorong adanya model kredit yang lebih fleksibel, mengingat masa studi mahasiswa rata-rata empat hingga lima tahun. Ia bahkan meminta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, alumni Universitas Jember, untuk merancang sistem inovatif yang memungkinkan rumah tersebut bisa dialihkan ke mahasiswa lain melalui skema over kredit legal.
Bupati Muhammad Fawait menyambut positif gagasan tersebut dan menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendukung penuh program nasional bidang perumahan, termasuk bagi mahasiswa.
Menurut Gus Fawait, Pemkab saat ini tengah melakukan penataan ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar pembangunan tetap memperhatikan keberlanjutan lahan pertanian.
“Kami menjaga lahan produktif agar tidak beralih fungsi, namun tetap menyiapkan lahan non-subur untuk pembangunan rumah rakyat,” jelasnya.
Fawait juga menyebut bahwa Jember menargetkan pembangunan 8.000 unit rumah pada tahun 2026, sesuai dengan program prioritas nasional di sektor perumahan rakyat. Ia optimistis, dengan adanya skema khusus bagi mahasiswa, realisasi pembangunan tahun depan akan meningkat signifikan.
“Program ini bukan hanya tentang rumah, tapi tentang harapan dan masa depan generasi muda. Mahasiswa harus punya kesempatan memiliki hunian layak di kota pendidikan seperti Jember,” tegasnya.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menambahkan bahwa hingga kini realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nasional telah mencapai 203.154 unit, atau sekitar 58 persen dari target. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dengan dukungan Bupati Fawait, dapat melahirkan program rumah subsidi mahasiswa pertama di Indonesia.
Langkah inovatif ini diharapkan menjadi momentum besar bagi
Jember sebagai kota pendidikan dan percontohan kebijakan perumahan inklusif, sekaligus memperkuat visi Gus Fawait dalam mewujudkan Jember yang maju, berdaya saing, dan ramah bagi generasi muda.
















