Komisi 1 Rachmadi Djakfar dalam penyampaiannya menyoroti soal tapal batas yang belum jelas antar kabupaten yakni Kabupaten Ogan Ilir- Kabupaten OKI- Kota Prabumulih- Kota Palembang dan sebagainya.
Selanjutnya dilanjutkan dari Komisi 2 yang disampaikan oleh Basri mengatakan, serapan program anggaran ketahanan pangan belum sesuai dalam RAK Rp 329 juta. Pengembangan prasara pertanian RKA Rp 4, 02 miliar total anggaran Rp 30, 554 miliar, realisasi serapan Rp 27 miliar lebih hanya 88, 96 %.
Untuk anggaran Dinas Perikanan Rp 7 miliar, serapan hanya Rp 6 miliar hanya 84, 69 %, Dinas perdagangan dan koperasi juga belum maksimal penggunaan anggarannya. Dinas Penanaman Modal dan PTSP Rp 7, 20 miliar realisasi Rp 6, 013 miliar hanya 85 % yang diserap, sisa anggaran Rp 1 miliar lebih” kata Basri.
Dia juga mengungkapkan, bagian Perencanaan keuangan Sekda dengan total anggaran Rp 17, 928 miliar realisasi Rp16 miliar atau hanya 94 %, sementara bagian ekonomi belum bisa hadir karena ada undangan lainnya.
“ Terhadap beberapa program yang tidak sesuai hasil pembahasan dalam SIPB tidak ada perbedaan. Kami berharap para OPD makin bisa meningkatkan pelayanan dan pengoptimalan serapan anggaran, agar bisa meningkatkan kualitas kerja” ucapnya.
Dia juga meminta kepada Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, SH, sehubungan dengan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024 agar merehab Puskes Pustu dan Puskesdes.
” Kami berharap kepada Bupati Ogan Ilir, agar merehab sarana prasaran dan pengadaan ambulance, karna banyak armada yang sudah tua. Puskesmas seluruhnya agar ada rawat inapnya, jangan hanya beberapa puskesmas saja” ungkapnya
Sementara itu dari Komisi 3 yang disampaikan oleh Sukarni menuturkan, serapan anggaran sampai 2022 untuk Dinas Lingkungan Hidup belum maksimal hanya 84, 76 %, padahal dinas tersebut mendapatkan dana anggaran sebesar Rp12 miliar lebih dengan realisasi anggaran Rp 11 miliar lebih,
” Selain itu, peningkatan kinerja dan prestasi. Dinas PUPR serapan anggaran tahun 2022 hanya 81, 91 %, mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 49 miliar lebih dan yang terserap hanya Rp 41 miliar lebih,” pungkasnya.
















