HALOPOS.ID|BANYUASIN – Pemugaran Gedung SMP Negeri 1 Banyuasin III telah dimulai, sebagian bangunan telah dirobohkan rata menggunakan alat berat sejak jumat (15/7/2022) lalu.
Koordinator Pelaksana Pembangunan Hendra menjelaskan, bangunan gedung yang lama dirobohkan karena akan dibangun ulang. Pemugaran yang tengah dijalankan ini merupakan program kerja dari POKMAS ( Program Kelompok Masyarakat ) yang sangat berperan dalam mengakomodir dan memberdayakan masyarakat dalam membuat program-program kerja secara swadaya dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
“Ini kan ada rehab, akan kita bangun ulang, untuk pelaksananya ini merupakan program POKMAS, yang sumber dananya dari DAK ( Dana Alokasi Khusus ),” kata hendara, Senin ( 18/7/2022 ).
Pembangunan ulang sebagian bangunan sekolah SMP Negeri 1 Banyuasin III rencananya akan dibuat menjadi dua lantai, yang sebelumnya bangunan lama hanya memiliki satu lantai saja. Hendra juga mengungkapkan, untuk pengerjaannya sendiri ditargetkan selesai pada bulan november 2022.
“iya ini akan dibuat dua lantai, nanti ada 5 lokal ruang belajar 1 lokal ruang guru, di lantai dua ada 3 lokal di lantai satu ada 2 lokal ruang belajar dan 1 ruang guru, dikerjakan sesuai jadwal, insyallah selesai tanggal 30 November 2022” ungkap Hendra lagi.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Banyuasin III Lenda Hasrini sangat menyambut baik program kemasyarakatan dalam dunia pendidikan yang telah dijalankan oleh POKMAS ( Program Kelompok Masyarakat ) Pangkalan Balai untuk membantu melakukan pemugaran sebagian bangun sekolah yang ada di SMP N 1 BA III.
“Dengan adanya POKMAS ini kami sangat senang sekali, karena yang mengerjakan ini kan kelompok masyarakat bukan pihak sekolah, kami senang dengan adanya kelompok masyarakat yang sangat peduli dengan dunia pendidikan,” ujar Lenda.
Lenda menjelaskan, dalam pengerjaannya hingga saat ini belum ada kendala-kendala yang dihadapi. Sejauh ini Lenda menilai semua pekerjaan telah dijalankan sesuai perencanaan. Untuk lokal yang akan dibangun ulang, sementara ini siswa-siswi sistem kegiatan belajar mengajarnya dibuat menjadi dua shift.
“tidak ada kendala, hanya saja kita dalam tahap mencari cara agar pemugaran ini selesai dengan cepat, karena murid-murid selama bagunan yang dipugar belum selesai, sistem belajarnya kita buat menjadi 2 shif, jadi sebagian siswa-siswi ada yang masuk siang,” tuturnya.
Kedepannya Lenda berharap pada pemerintah agar program-program bantuan didunia pendidikan terus ditingkatkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh setiap sekolah, dirinya pun berharap atas apa yang telah diberikan dapat dijaga dan dirawat oleh pihak sekolah dan masyarakat. (Mau lana)
Editor : Herwan















