Ekspor Batu Bara dan Lignit di Sumsel Turun 16,33 Persen

Ilustrasi Tongkang Batubara
Ilustrasi Tongkang Batubara

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) mencatat perkembangan ekspor di Sumsel mengalami penurunan pada sektor non migas, terutama ekspor bahan bakar mineral untuk batu bara dan lignit.

“Penurunan ekspor non migas pada Januari 2022 dipengaruhi turunnya ekspor batu bara dan Lignit hingga 16,33 persen dibandingkan Desember 2021,” ujar Kepala BPS Sumsel, Zulkipli, melalui siaran pers, Senin (7/2/2022).

Kendati nilai ekspor di sumsel untuk sektor non migas menurun, namun persentase ekspor di Sumsel secara kumulatif pada Januari-Desember 2021 meningkat 45,41 persen dibanding periode yang sama pada 2020.

“Kenaikan mencapai 5.238,40 dollar Amerika Serikat secara menyeluruh, dan ekspor migas naik 50,38 persen,” kata dia.

Nilai ekspor non migas di Sumsel secara month to month mengalami penurunan, yakni di angka 9,87 persen dibanding ekspor 2021. Apabila dibanding tahun 2020, nilai ekspor naik sebesar 26,31 persen.

“Untuk ekspor non migas pada Desember 2021 turun hingga 493,15 juta dollar AS,” timpalnya.

Meski penurunan ekspor non migas terbesar terjadi pada bahan bakar mineral hingga 37,96 juta dollar AS, namun kenaikan tertinggi nilai ekspor non migas terjadi pada bahan kimia anorganik sebesar 5,94 juta dollar AS atau 416,62 persen.

“Sedangkan ekspor non migas hasil tambang pada Januari-Desember 2021 naik 185,66 persen dibanding periode yang sama pada 2020. Sedangkan ekspor hasil pertanian naik 18,31 persen, dan ekspor hasil industri naik 21,65 persen,” tandas dia. (ZR)

Editor : Herwan.