HALOPOS.ID|KOTABUMI — Santri bukan hanya mereka yang belajar di lingkungan pesantren. Lebih dari itu, santri adalah gambaran generasi yang mencintai ilmu, menjaga adab, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, dan siap memberikan manfaat bagi sesama.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis saat menghadiri Gebyar Selawat dan Zikir Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Selasa (27/10/2026).

“Peringatan Hari Santri Nasional ini, marilah kita kembali merenungkan betapa besar peran ulama, pesantren, dan para santri dalam perjalanan bangsa. Dari pesantren, kita belajar bahwa ilmu harus berjalan beriringan dengan akhlak. Bahwa kecerdasan harus disertai kerendahan hati,” ujar Bupati Hamartoni.

Bupati juga menyampaikan penghormatan mendalam kepada para ibu Muslimat, para bu nyai, pengasuh pesantren, serta seluruh perempuan yang senantiasa menjadi penjaga nilai agama dan moral dalam keluarga maupun masyarakat.
“Tidak berlebihan jika dikatakan, bahwa masa depan suatu daerah turut ditentukan oleh bagaimana kita mendidik generasi mudanya hari ini,” tegasnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Hj. Heni Insyiah. Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Kominfo Lampung Utara Dicky Fahlevi Suudi, S.Sos., M.M.
Hadir juga Ketua PCNU Lampung Utara KH. Son Haji Aziz, S.A., M.Pd.I., Ketua Baznas Lampung Utara, perwakilan Forkopimda Kabupaten Lampung Utara, serta organisasi keagamaan. (ADV/YUDHA)
















