HALOPOS.ID|PALEMBANG – Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan sebagai motor penggerak ekosistem kewirausahaan muda kembali terbukti. Melalui program kolaboratif 100.000 Sultan Muda Sumsel, OJK Sumsel berhasil mengantarkan pengusaha muda Sumsel membukukan potensi kesepakatan perdagangan internasional fantastis senilai Rp501,40 miliar di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026.
Capaian hingga penutupan TEI pada 18 Oktober 2026 ini melonjak drastis dari sehari sebelumnya yang masih Rp306,34 miliar. Lonjakan Rp195,05 miliar tersebut merupakan buah dari pendampingan akses pembiayaan dan literasi keuangan yang terus didorong OJK bersama industri jasa keuangan (IJK).
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto menegaskan, keberhasilan ini adalah bukti sinergi yang solid antara OJK, Pemprov Sumsel, dan HIPMI Sumsel.
“Keberhasilan pengusaha muda Sumsel di TEI 2026 diharapkan bisa ditindaklanjuti menjadi kontrak dan realisasi ekspor berkelanjutan. OJK Sumsel bersama Pemprov, HIPMI, IJK, dan stakeholder akan terus memperkuat kolaborasi ekosistem 100.000 Sultan Muda Sumsel untuk melahirkan pengusaha muda yang inovatif, berdaya saing global, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Arifin.
Dari total 9 kesepakatan yang melibatkan 4 perusahaan, bintang utamanya adalah binaan ekosistem tersebut, yakni PT Awan Crackers Food Indonesia. Perusahaan ini sukses mengunci 5 negara tujuan dengan total potensi Rp239,40 miliar.
Dua kontrak terbaru yang menambah pundi-pundi tersebut adalah kerja sama dengan Ben Hellen Trading asal Belanda senilai USD 10 juta atau Rp180,40 miliar dan Al Ittifaq asal Arab Saudi senilai USD 811.920 atau Rp14,65 miliar untuk komoditas kerupuk. Sebelumnya, perusahaan ini telah mengunci kontrak kerupuk ke Tiongkok dan lada hitam-putih ke Taiwan.
Kontrak lainnya juga tak kalah besar, disaksikan langsung Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, yakni PT Razade Coconut Indonesia untuk kelapa segar ke Tiongkok USD 9 juta, PT Fornax Charcoal International untuk arang tempurung kelapa ke Rusia USD 5 juta, dan PT Agri Ekspor Indonesia untuk biji kopi ke Rusia.
Secara total, 9 kontrak tersebut setara Rp501,4 miliar dengan asumsi kurs Rp18.040 per dolar AS.
Dalam ekosistem ini, OJK Sumsel mengambil peran krusial dalam penguatan akses pembiayaan dan pemanfaatan produk layanan keuangan, sementara Pemprov Sumsel melalui Dinas Perdagangan fokus pada promosi dan akses pasar, serta HIPMI Sumsel membangun jejaring bisnis.
Laporan : Adi
















