Gus Fawait Perluas Operasi Gratis untuk Warga Jawa Timur, 10.000 Pasien Ditarget Terlayani hingga Akhir 2026

Gus Fawait Perluas Operasi Gratis untuk Warga Jawa Timur, 10.000 Pasien Ditarget Terlayani hingga Akhir 2026
Gus Fawait Perluas Operasi Gratis untuk Warga Jawa Timur, 10.000 Pasien Ditarget Terlayani hingga Akhir 2026

HALOPOS.ID/JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperluas akses pelayanan kesehatan melalui program operasi gratis dan bakti sosial medis yang terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program Jember Cinta Kesehatan dan Salam Cinta dari Jember, sebanyak 10.000 peserta ditargetkan mendapatkan pelayanan kesehatan hingga akhir Desember 2026.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tindakan medis khusus, termasuk warga yang menghadapi keterbatasan akses pelayanan kesehatan.

Perluasan layanan ini tidak hanya menyasar masyarakat Kabupaten Jember, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga dari daerah lain di Jawa Timur.

“Salam Cinta dari Jember untuk Jawa Timur jangan dimaknai yang lain-lain. Ini murni ungkapan cinta dari Kabupaten Jember untuk masyarakat Jawa Timur,” kata Gus Fawait seusai kegiatan bakti sosial kesehatan di RSD dr Soebandi Jember, Sabtu (17/10/2026).

Dia mengatakan, program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap hingga penghujung tahun. Pemerintah Kabupaten Jember ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan tindakan medis khusus memiliki kesempatan memperoleh penanganan.

Menurutnya, jangkauan pelayanan saat ini masih terbatas di wilayah Jawa Timur. Namun, pemerintah daerah berharap program tersebut dapat terus berkembang sehingga menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami ingin bisa menjangkau seluruh Indonesia, tetapi saat ini kemampuan kami masih untuk wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Pada pelaksanaan bakti sosial tahun kedua tersebut, tim medis melakukan penanganan terhadap pasien dengan sejumlah kelainan bawaan atau kongenital.

Berdasarkan hasil skrining, enam pasien memenuhi kriteria untuk mendapatkan penanganan bibir sumbing dan celah langit-langit. Lima pasien di antaranya berasal dari Kabupaten Jember, sedangkan satu pasien lainnya berasal dari Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, tim kesehatan mengidentifikasi tiga pasien dengan kelainan alat genitalia. Terdapat pula tiga pasien yang mengalami kelainan pada anggota gerak atas maupun bawah.

Seluruh pasien dalam dua kelompok terakhir tersebut berasal dari Kabupaten Jember.

Melalui pelayanan medis ini, pemerintah daerah berharap pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Upaya tersebut sekaligus diharapkan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi hambatan sosial yang mungkin mereka alami.

Ketua panitia bakti sosial, dr Ulfa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan layanan kesehatan Pemkab Jember. Program bakti sosial medis melengkapi pelayanan kesehatan yang telah diberikan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

“Dengan adanya UHC, masyarakat tidak cukup hanya mendapatkan layanan. Perlu didukung program-program kesehatan lainnya sehingga UHC benar-benar menjadi program yang komprehensif,” ujar dr Ulfa.

Pemkab Jember terus mengembangkan berbagai program untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat. Selain UHC, pemerintah daerah menjalankan program 1.200 tenaga kesehatan, Home Care, serta kegiatan bakti sosial yang menyediakan penanganan medis sesuai kebutuhan pasien.

Menurut dr Ulfa, penanganan kelainan bawaan memerlukan perhatian berkelanjutan. Karena itu, tim ahli bersama Dinas Kesehatan terus melakukan pendataan untuk mengidentifikasi pasien yang membutuhkan tindakan medis.

Melalui pendataan tersebut, pasien yang memenuhi kriteria diharapkan dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan dan kemampuan layanan yang tersedia.

“Kami berharap melalui bakti sosial ini, anak-anak bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, diterima masyarakat, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” ungkapnya.

Gus Fawait menilai, keberadaan jaminan kesehatan perlu diimbangi dengan pendekatan pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung. Sebab, masih ada warga yang mengalami kendala dalam mengakses layanan medis karena keterbatasan informasi, kondisi sosial ekonomi, maupun hambatan lainnya.

“Selain UHC, pengobatan gratis juga perlu dilengkapi dengan kegiatan seperti bakti sosial. Ada masyarakat yang mungkin belum mengetahui atau belum bisa mengikuti pelayanan secara normal, sehingga kami berupaya menjangkau mereka,” jelasnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Jember juga mengoptimalkan layanan Home Care dan Mobil Cinta. Kedua layanan ini diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan serta mempermudah akses terhadap pelayanan kesehatan.

Ke depan, cakupan bakti sosial medis di Jember direncanakan semakin luas. Sejumlah tindakan yang disiapkan antara lain operasi katarak, penanganan kasus kebidanan dan kandungan, serta berbagai pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

Gus Fawait menegaskan, perluasan program tersebut tetap memperhatikan aspek regulasi dan mekanisme pembiayaan. Ia juga memastikan pelayanan bagi pasien dari luar daerah tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember.

Selain memperluas layanan kesehatan, rangkaian kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur atas ulang tahun Presiden Prabowo Subianto. Pemkab Jember mengisinya dengan kegiatan sosial dan doa bersama.

“Ini bentuk syukur kami atas ulang tahun Pak Prabowo. Tidak ada perintah dari beliau, ini inisiatif kami sebagai bentuk syukur agar beliau diberi kesehatan. Mudah-mudahan Indonesia semakin maju,” katanya.

Di luar sektor kesehatan, Pemkab Jember juga melanjutkan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, termasuk melalui revitalisasi sekolah dan program beasiswa. Pemerintah daerah turut merencanakan dukungan seragam sekolah pada tahun berikutnya sebelum melanjutkan pembenahan infrastruktur.

Melalui program Jember Cinta Kesehatan dan Salam Cinta dari Jember, Gus Fawait berharap pelayanan medis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Jawa Timur. Target 10.000 peserta hingga akhir 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses kesehatan agar keterbatasan biaya, informasi, dan akses tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.

Laporan : Bagus