HALOPOS.ID|PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah langit dan bumi untuk melawan kabut asap. Di tengah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang menembus angka 158 dan menempatkan Palembang di peringkat 17 kota dengan udara terburuk, Walikota Palembang H. Ratu Dewa memimpin langsung Sholat Istisqa di halaman Rumah Dinas Walikota, Sabtu (29/8/2026).
Sholat meminta hujan ini digelar sebagai ikhtiar terakhir setelah upaya darat berjibaku memadamkan api.
“ISPU kita di angka 158, peringkat 17. Ini menuntut kewaspadaan tinggi dari semua elemen,” tegas Wako Ratu Dewa di hadapan jajaran ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, ustadz dan ustadzah.
Ratu Dewa membeberkan, 3 kecamatan di Palembang kini masuk zona merah Karhutla paling rawan: Kecamatan Gandus, Kecamatan Kertapati, dan Kecamatan Ilir Barat I. Tim di lapangan sudah berjibaku maksimal, namun ia menegaskan masyarakat harus ikut siaga.
Imbauan keras dikeluarkan: Wajibkan pola hidup sehat dan disiplin pakai masker saat di luar ruangan. Pasalnya, kasus ISPA masih tinggi dan didominasi usia produktif 15-59 tahun.
Bertindak sebagai imam adalah Ahmad Tarmizi Muhaimin, S.Pd.I, Al-Hafidz. Sholat berlangsung khusyuk. Seluruh ASN dan masyarakat bersatu mengetuk pintu langit.
Imam Ahmad Tarmizi mengajak jemaah memperbanyak istighfar dan zikir. Kekeringan dan asap ini harus menjadi momentum evaluasi kolektif dalam menjaga alam dan meningkatkan ketakwaan.
Melalui Sholat Istisqa ini, Pemkot Palembang bermunajat agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang merata, memadamkan titik api, dan memulihkan kualitas udara Palembang secara permanen.
Laporan : Rini
















