HALOPOS.ID/MAKASSAR – Kepulangan jamaah haji Kloter 17 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026), diwarnai suasana haru dan penuh kebahagiaan. Salah satu jamaah yang menjadi sorotan adalah Saifuddin HM Abd Muin Saideng, jamaah tunanetra asal Kabupaten Sinjai yang baru saja menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Setibanya di Makassar, Saifuddin mendapat sambutan langsung dari Menteri Haji dan Umrah RI, M. Irfan Yusuf. Pertemuan keduanya berlangsung emosional saat menteri memberikan pelukan hangat sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan keteguhan Saifuddin dalam menjalankan ibadah haji meski memiliki keterbatasan penglihatan.
Saifuddin menjadi salah satu jamaah yang mendapat penghargaan istimewa selama berada di Arab Saudi. Namanya diabadikan untuk pembangunan sebuah masjid sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta semangat ibadah yang ditunjukkannya selama musim haji 2026.
Pria yang sehari-hari bertugas sebagai imam masjid di Kabupaten Sinjai tersebut mengaku sangat bersyukur atas pengalaman luar biasa yang diterimanya. Menurutnya, seluruh proses ibadah haji berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti yang dirasakan selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, saya sangat bahagia. Selama menjalankan ibadah haji tidak ada hal yang memberatkan,” ungkap Saifuddin saat tiba di Asrama Haji Sudiang.
Ia juga mengaku terharu ketika mengetahui namanya dipilih untuk diabadikan dalam proyek pembangunan masjid di Arab Saudi. Penghargaan tersebut, menurutnya, merupakan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
“Saya sangat bersyukur dan tidak pernah menyangka nama saya digunakan untuk pembangunan masjid,” tuturnya.
Saifuddin menjelaskan bahwa informasi mengenai penghargaan tersebut diterimanya setelah dipanggil oleh petugas saat masih berada di Arab Saudi.
Di balik rasa syukur yang mendalam, ia menyimpan harapan besar yang terus dipanjatkannya selama berada di Tanah Suci. Salah satu doa yang selalu ia panjatkan adalah keinginan untuk dapat kembali melihat suatu hari nanti.
“Semoga Allah memberikan kesempatan sehingga saya bisa melihat,” katanya penuh harap.
Meski hidup dengan keterbatasan penglihatan, Saifuddin menegaskan akan tetap melanjutkan pengabdiannya sebagai imam masjid setelah kembali ke kampung halamannya di Sinjai.
“Insya Allah saya tetap menjadi imam,” ujarnya mantap.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, M. Irfan Yusuf, menilai penghargaan yang diterima Saifuddin menjadi bukti bahwa jamaah berkebutuhan khusus mendapatkan perhatian dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Menurutnya, apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi tersebut mencerminkan penghormatan terhadap jamaah yang menunjukkan keteladanan, semangat ibadah, dan inspirasi bagi sesama jamaah.
Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat layanan bagi kelompok jamaah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk jamaah perempuan, jamaah lanjut usia (lansia), dan jamaah berkebutuhan khusus. Langkah ini dilakukan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk.
Kisah Saifuddin menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih pengalaman spiritual yang luar biasa serta memberikan teladan bagi banyak orang dalam menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.


















