HALOPOS.ID/JEMBER – Bupati Jember, Gus Fawait, memberikan penghargaan tinggi kepada para finalis dan pemenang Pemilihan Gus dan Ning Jember 2026. Menurutnya, para peserta yang berhasil menembus posisi lima besar merupakan generasi muda terbaik yang memiliki potensi besar untuk membawa kemajuan bagi Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan para finalis tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Kemampuan di bidang seni, budaya, kepemimpinan, serta komitmen dalam melestarikan kearifan lokal juga menjadi nilai penting yang patut diapresiasi.
“Anak-anak muda yang berprestasi ini adalah aset berharga daerah. Mereka memiliki kapasitas untuk menjadi duta pembangunan sekaligus memperkenalkan budaya Jember ke tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait juga memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Jember dalam beberapa tahun terakhir. Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmen dalam memberikan layanan kesehatan gratis, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, pada sektor transportasi dan konektivitas, Bandara Jember yang kini kembali beroperasi dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Meski fasilitasnya masih terus dikembangkan, bandara tersebut telah melayani penerbangan langsung menuju Jakarta.
Di bidang ekonomi, Jember mencatatkan kinerja yang membanggakan sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah mengalami peningkatan signifikan dan menjadi yang tertinggi di kawasan Sekarkijang. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menunjukkan tren positif yang semakin menguatkan fondasi pembangunan daerah.
Gus Fawait optimistis Kabupaten Jember mampu tumbuh menjadi pusat kekuatan ekonomi baru di kawasan timur Pulau Jawa. Untuk mewujudkan visi tersebut, ia berharap Gus dan Ning Jember 2026 dapat berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam mempromosikan potensi daerah serta mendorong partisipasi generasi muda.
Menjelang akhir sambutannya, Gus Fawait menyampaikan pesan kepada kalangan mahasiswa dan pemuda agar terus berperan dalam pembangunan melalui penyampaian aspirasi yang konstruktif. Pemerintah Kabupaten Jember, kata dia, selalu membuka ruang dialog, kritik, audiensi, maupun penyampaian pendapat secara terbuka.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap menjunjung etika, sopan santun, dan nilai budaya masyarakat Jember. Bentuk penghinaan, ujaran yang merendahkan, maupun tindakan yang mencederai martabat orang lain tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan demokrasi yang sehat.
Laporan : Bagus


















