HALOPOS.ID|PALEMBANG – Gen LIMAS sebagai komunitas binaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui program Training of Trainers (ToT) x Sekolah Gen LIMAS 6.0, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Peran Gen LIMAS sebagai Agent of Change melalui Literasi Keuangan dan Keterampilan Edukasi” ini digelar di auditorium OJK Sumsel dan dihadiri oleh seluruh anggota Gen LIMAS. Kegiatan dihadiri oleh seluruh anggota Gen LIMAS serta menghadirkan narasumber dari OJK dan internal organisasi, yakni Abdul Muin Akmal Padang (Asisten Direktur Madya Perilaku PUJK, EPK OJK Sumsel), Marissa Deviantara, serta Nayla Khairunisa.
Presiden Gen LIMAS 2026, M. Febrin Abiyyu Ilyasa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi penting dalam mencetak generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
“Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi anggota Gen LIMAS untuk berkontribusi aktif dalam menyebarkan literasi keuangan melalui berbagai program ke depan,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 66 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Namun, tingginya penetrasi digital tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik, sehingga berpotensi menimbulkan risiko perilaku konsumtif di tengah maraknya layanan keuangan digital.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Muin Akmal Padang selaku Asisten Direktur Madya Perilaku PUJK, EPK OJK Sumsel menyoroti masih rendahnya literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Selatan yang tercatat 22,26 persen di bawah rata-rata nasional.
“Rendahnya literasi keuangan dapat memicu perilaku konsumtif, seperti penggunaan paylater secara impulsif hingga pinjaman online berbunga tinggi.
Oleh karena itu, pengelolaan keuangan harus menjadi lifestyle agar masyarakat lebih bijak secara finansial,” jelasnya.
Sementara itu, Marissa Deviantara menekankan pentingnya keberanian dalam memulai kebiasaan finansial yang baik.
“Mulai saja dulu, meski terpaksa. Seiring waktu akan menjadi kebiasaan. Kesejahteraan finansial dimulai dari kesadaran dalam mengelola pendapatan secara tepat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) dalam setiap keputusan keuangan, serta mengubah pola pikir dari “disisakan” menjadi “disisihkan”. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial guna menghindari potensi penyalahgunaan data.
Tak hanya aspek finansial, penguatan karakter dan budaya organisasi juga menjadi sorotan. Nayla Khairunisa menekankan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang positif.
“Lingkungan yang suportif dan aman itu dimulai dari diri sendiri. Setiap individu memiliki pengaruh untuk menciptakan perubahan yang lebih baik,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi serta pre-test dan post-test yang menunjukkan pemahaman materi yang baik. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga adaptif, kritis, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Ke depan, Gen LIMAS bersama OJK Sumsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif yang berdampak luas dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi Z dan milenial di Sumatera Selatan.



















