460 Petugas PPIH Arab Saudi Diberangkatkan ke Madinah, Layani Jemaah Haji Hingga 70 Hari

460 Petugas PPIH Arab Saudi Diberangkatkan ke Madinah, Layani Jemaah Haji Hingga 70 Hari
460 Petugas PPIH Arab Saudi Diberangkatkan ke Madinah, Layani Jemaah Haji Hingga 70 Hari

HALOPOS.ID/JAKARTA – Kementerian Haji dan Umroh RI memberangkatkan gelombang pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada Jumat (17/4/2026)

Sebanyak 460 petugas diterbangkan menuju Madinah dan dijadwalkan berangkat pukul 16.00 WIB untuk memulai tugas pelayanan jemaah haji Indonesia.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa para petugas ini akan bertugas lebih lama dibandingkan petugas lainnya.

Yakni dengan durasi rata-rata mencapai 70 hari di Arab Saudi. Mereka terdiri dari berbagai unsur, termasuk tim perlindungan jemaah (Linjam), TNI, Polri, petugas bandara, hingga wartawan yang ikut dalam misi pelayanan haji.

“Ini adalah gelombang pertama. Dalam beberapa hari ke depan, akan ada pemberangkatan petugas berikutnya secara bertahap. Sebelumnya juga sudah ada tim advance yang berangkat pada 13 April,” ujar Dahnil.

Dahnil menegaskan bahwa petugas telah disiapkan dengan berbagai skema kontingensi atau rencana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga selama pelaksanaan ibadah haji.

Terlebih, gelombang pertama ini didominasi oleh tim Linjam yang memiliki peran penting dalam aspek perlindungan jemaah.

Ia juga mengingatkan agar seluruh petugas fokus pada tugas utama, yaitu memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah, bukan sekadar membuat konten di media sosial.

“Tidak perlu flexing atau pamer. Fokus utama adalah mendampingi dan menjaga jemaah. Namun, kami tetap mendorong edukasi melalui media sosial untuk menyampaikan informasi yang menenangkan bagi keluarga jemaah di tanah air,” tegasnya.

Dia menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi para petugas di lapangan. Dari total jemaah haji Indonesia, sekitar 177 ribu masuk kategori risiko tinggi (risti) karena memiliki penyakit bawaan.

Selain itu, karakteristik jemaah juga menjadi perhatian, di mana sekitar 55 ribu jemaah tidak lulus sekolah dasar, dan sekitar 100 ribu lainnya baru pertama kali bepergian ke luar negeri.

“Sebanyak 30 persen jemaah kita adalah petani, dan 25 persen lainnya buruh serta karyawan. Ini menunjukkan bahwa pendampingan tidak hanya dari sisi ibadah, tetapi juga teknis sangat dibutuhkan,” paparnya.

Dengan masa tugas yang cukup panjang, Wamenhaj mengimbau seluruh petugas untuk menjaga kesehatan fisik dan kesiapan mental.

“Kami berharap petugas tetap sehat dan siap secara mental. Bertugas selama 70 hari tentu bukan waktu yang singkat, apalagi bagi yang belum terbiasa,” ujarnya.

Dahnil memastikan bahwa pemerintah Arab Saudi menjamin penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan aman dan terkendali, meskipun dunia sedang diwarnai berbagai konflik.

Ia optimistis bahwa nilai-nilai perdamaian yang dibawa dalam ibadah haji dapat menjadi pesan penting bagi dunia internasional.

“Haji sejatinya membawa pesan perdamaian, kesetaraan, dan kemanusiaan. Kami yakin semua pihak bisa memahami dan menjaga kelancaran ibadah ini,” pungkasnya.

Penulis: SupriyadiEditor: Herwanto