HALOPOS.ID|PALEMBANG — Di tengah semarak perayaan HUT ke-8 Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP), sebuah langkah besar resmi dimulai. Bukan sekadar hiburan, bukan pula hanya kompetisi—melainkan sebuah gerakan baru dalam dunia dangdut Palembang: Bintang Dangdut Plus (BD Plus).
Peluncuran BD Plus menjadi momen paling strategis dalam perayaan kali ini. Jika selama ini panggung dangdut identik dengan adu suara, KKPP justru melangkah lebih jauh.
Walikota Palembang H Ratu Dewa diwakili Staf Ahli bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan Sadruddin Hajar membuka acara Ultah KKP sekaligus Meluncurkan Bintang Dangdut Plus.
Ini bentuk dukungan dan support pemerintah terhadap pembinaan, pelestarian dan pengembangan seni budaya.
Mereka merancang sebuah ekosistem pembinaan yang menempatkan dangdut sebagai seni yang utuh—menggabungkan vokal, karakter, etika, dan wawasan budaya.
Ketua KKPP, Kgs M Riduan, menegaskan bahwa konsep “Plus” adalah ruh dari program ini.
“Dangdut itu bukan hanya soal merdu. Ada cerita, ada sikap, ada tanggung jawab budaya. BD Plus hadir untuk itu,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Lomba
BD Plus tidak dibangun sebagai ajang instan untuk mencari popularitas. Sebaliknya, program ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi talenta muda. Para peserta tidak hanya akan diuji kemampuan bernyanyi, tetapi juga:
Pemahaman terhadap budaya lokal Palembang
Etika tampil dan kepribadian di atas panggung
Kemampuan berkomunikasi sebagai entertainer
Kesiapan menjadi representasi dangdut yang berkelas
Pendekatan ini menjadikan BD Plus berbeda dari kompetisi dangdut pada umumnya—lebih mendalam, lebih berkarakter, dan lebih berorientasi jangka panjang.
Menjaga Akar, Menyongsong Masa Depan
Perjalanan dangdut sendiri tak bisa dilepaskan dari sosok Rhoma Irama yang mengangkat musik ini dari pinggiran menjadi arus utama. Semangat itulah yang ingin dilanjutkan KKPP: menjaga identitas sambil terus beradaptasi.
Pembina KKPP, Vebri Alintani, menyebut BD Plus sebagai investasi budaya.
“Kalau kita ingin dangdut tetap hidup, kita harus menyiapkan generasinya—bukan hanya bisa nyanyi, tapi juga paham nilai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua DKP, M. Nasir, yang menekankan bahwa inovasi adalah keharusan, namun tidak boleh mencabut akar tradisi.
Panggung Baru, Harapan Baru
Ketua Pelaksana, Reynaldo, optimistis BD Plus akan menjadi batu loncatan lahirnya bintang-bintang baru dari Palembang. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu membentuk ikon dangdut lokal yang siap bersaing di tingkat nasional.
BD Plus bukan hanya tentang siapa yang terbaik hari ini, tetapi siapa yang siap bertahan dan memberi warna bagi dangdut di masa depan.
Penutup: Dangdut yang Bertumbuh
Di usia ke-8, KKPP menunjukkan bahwa merawat dangdut tidak cukup dengan nostalgia. Harus ada langkah nyata, sistematis, dan berkelanjutan.
BD Plus adalah jawabannya.
Sebuah panggung baru telah dibuka—bukan hanya untuk bersinar, tetapi untuk tumbuh, berakar, dan membawa dangdut tetap hidup dalam denyut budaya masyarakat.
Dari Palembang, untuk dangdut Indonesia.



















