Ratu Dewa Lantik Pejabat Baru, Soroti Krisis Air Bersih dan Penataan Pasar

pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi dilantik oleh Wali Kota Ratu Dewa
pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi dilantik oleh Wali Kota Ratu Dewa

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi dilantik oleh Wali Kota Ratu Dewa, Pelantikan yang berlangsung tertutup di ruang Parameswara, Senin (6/4/2026).

Dalam rotasi jabatan tersebut, Adrianus Amri yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini digeser menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Meski demikian, Amri masih merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP.

Sementara itu, jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini resmi diemban Yudha Ferdiansyah, setelah sebelumnya menjabat sebagai Plt di dinas yang sama.

Di sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Isnaini Madani dilantik sebagai Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Palembang Jaya. Kemudian, posisi Direktur Operasional Perumda Pasar Jaya dipercayakan kepada Apriadi Susanto Sinaga.

Untuk Perumda Tirta Musi, posisi Direktur Utama kini dijabat Teddy Adrian, didampingi Akhmad Mukhlis sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Penetapan keduanya berdasarkan Surat Wali Kota Palembang Nomor 500/000494/V/2026 tertanggal 2 April 2026.

Ratu Dewa menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan pelayanan publik dan pembenahan sektor-sektor vital di Kota Palembang.

“Saya minta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk langsung turun ke lapangan, melihat persoalan secara nyata, dan bekerja cepat sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus pada sektor layanan air bersih. Saat ini, sekitar 13 persen wilayah Palembang masih belum terjangkau layanan tersebut.

“Target kita jelas, pada 2027 seluruh wilayah Kota Palembang harus sudah teraliri air bersih 100 persen. Tidak boleh ada lagi kawasan yang kesulitan akses air bersih,” ujarnya.

Di sisi lain, kepada jajaran Perumda Pasar Palembang Jaya, Ratu Dewa menekankan pentingnya penataan pasar tradisional yang lebih tertib dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli).

Ia meminta pengelolaan pasar dilakukan secara profesional dan transparan, serta menutup celah bagi oknum yang melakukan pungutan di luar ketentuan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Polda untuk membantu penertiban. Tapi saya ingatkan, jangan sampai ada oknum internal yang justru melakukan pungli,” katanya.

Selain itu, penataan pedagang, kebersihan, dan keteraturan pasar menjadi fokus utama guna menciptakan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

Terkait jabatan Kepala DPMPTSP yang masih diisi pelaksana tugas, Ratu Dewa menyebut pihaknya masih menunggu pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, jika dalam 15 hari belum ada keputusan, Pemkot akan segera mengambil langkah pengisian jabatan definitif.

“Semua jabatan kosong, termasuk pejabat administrator seperti kabag, camat, dan lurah, insyaallah dalam bulan ini selesai,” pungkasnya.