Performa Ekonomi Jember Terbaik di Tapal Kuda, Bupati Gus Fawait: PAD Naik 36 Persen Tanpa Naikkan Pajak

Bupati Jember, Muhammad Fawait
Bupati Jember, Muhammad Fawait

HALOPOS.ID/JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyebut performa ekonomi Kabupaten Jember saat ini menjadi yang terbaik di kawasan Tapal Kuda.

Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator utama, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Gus Fawait, dalam forum bersama perwakilan Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik, disepakati bahwa kinerja ekonomi Jember menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Performa ekonomi Jember adalah yang terbaik di Tapal Kuda. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir, sejak 2020 hingga puncaknya pada 2025, Jember mencatatkan angka tertinggi,” ujar Gus Fawait dalam acara BungaDesaku di Mumbulsari Senin (6/4/2026)

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator lain yang menjadi sorotan adalah peningkatan PAD Kabupaten Jember.

Pada tahun 2025, PAD tercatat melampaui target hingga 36 persen tanpa adanya kenaikan tarif pajak maupun retribusi.

Gus Fawait menegaskan bahwa peningkatan PAD tanpa menaikkan pajak merupakan capaian penting dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Kalau PAD naik karena menaikkan pajak atau retribusi itu hal yang biasa. Namun di Jember, PAD meningkat hingga 36 persen tanpa menaikkan pajak. Artinya kita berhasil mengoptimalkan potensi yang sudah ada,” jelasnya.

Menurut Gus Fawait, salah satu kunci peningkatan PAD adalah optimalisasi potensi pajak daerah serta upaya menutup berbagai potensi kebocoran pendapatan.

Ia menyebut digitalisasi transaksi keuangan daerah turut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah.

“Potensi pajak Jember sebenarnya sudah besar. Jadi bukan menekan masyarakat dengan menaikkan pajak, tetapi bagaimana potensi itu dioptimalkan. Digitalisasi transaksi juga membantu menghindari kebocoran,” katanya.

Bupati Jember Gus Fawait juga menegaskan bahwa seluruh capaian ekonomi tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yakni menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2025, angka kemiskinan di Jember tercatat mengalami penurunan. Namun, Pemkab Jember menargetkan penurunan yang lebih signifikan pada 2026.

“Harapan kami angka kemiskinan bisa turun hingga di bawah angka psikologis 200 ribu jiwa. Mudah-mudahan target itu bisa tercapai pada 2026 atau paling lambat 2027,” ujarnya.

Gus Fawait optimistis pertumbuhan ekonomi Jember masih akan terus melaju pada tahun 2026.

Optimisme tersebut didukung oleh masuknya berbagai program pemerintah pusat melalui APBN, terutama pada sektor infrastruktur, pertanian, dan pendidikan.

Selain itu, Kabupaten Jember juga menjadi salah satu daerah dengan jumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak di Jawa Timur.

“Jember menjadi kabupaten dengan jumlah dapur MBG terbanyak kedua di Jawa Timur. Perputaran ekonominya akan sangat besar sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.