HALOPOS.ID|INDRALAYA – Adalah dia pasangan suami istri (pasutri), Marwan (75) dan Zarwana (60) warga Ogan Ilir, tepatnya asal Desa Tebing Gerinting dan Tanjung Seteko.
Pasutri ini kesehariannya berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan mengais rejeki melakukan pengumpulan barang bekas, diantaranya berupa botol pelastik dan gelas air minum mineral.
Saat ketemu awak media ini, Minggu pagi (8/3/2026) di Perum TPI Indralaya, Marwan mengatakan, dirinya bersama istrinya setiap hari mulai setelah sholat subuh keluar rumah mencari nafkah.
Lebih lanjut ia katakan, berbekal gerombak ukuran 50cm x 70cm x 120cm menyusuri jalan perumahan dan tempat-tempat ibadat. Tujuannya mencari dan mengumpulkan benda-benda plastik, berupa botol dan gelas pelastik air mineral, terlebih lagi dibulan puasa ini banyak benda2 bekas tersebut.
Lebih jauh dijelaskan Marwan didampingi sang istri, usaha ini digelutinya sudah sejak lama, dan telah menjadi sumber mata pencahariannya setiap hari. Terkait pendapatan, dia menjelaskan rata-rata Rp.30rb perhari ia jual ke usaha pengepul.
Dia juga menjelaskan seandainya dirinya memiliki modal, mungkin dapat meningkatkan usaha menjadi sebagai penerima, bukan lagi sebagai pencari dilapangan. Saat ditanya apakah pernah mendatangi Dinas Sosial atau Dinas terkait, Marwan mengatakan belum paham bagaimana urusan itu.
Terkait penghasilan yang hanya rata-eata Rp.30rb perhari ini, Marwan berucap, kami tetap bersyukur dan merasa cukup. Kadang Allah juga membuka jalan rejeki lainnya mencukupi kebutuhan hidup dan membiayai sekolah anak, ujarnya dengan senyum ichlas.
Pasutri ini telah dikaruniahi putri lima orang, salah satunya masih duduk dibangku salah satu SLTA di Ogan Ilir. Pasutri ini mendiami rumah sendiri sekalipun berdiri diatas lahan keluarga alias numpang.
Melihat kondisi pasutri ini, salah seorang warga Indralaya JH, dengan rasa hibah mengatakan, inilah potret warga Ogan Ilir yang mungkin patut mendapat kepedulian instansi terkait, Dinsos atau lainnya. Kita patut prihatin namun juga patut menghargai perjuangan pasutri yang walau dalam kondisi tergolong ekonomi bawah, tapi mereka harmonis berjuang bersama memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga. Di Ogan Ilir masih ada lagi Marwan lainnya yang patut kita semua peduli dan menghargai usaha mereka. Dengan mereka kebersihan akan barang2 bekas telah dapat teratasi dan lapangan kerja tersedia secara mandiri.
Penulis : Gusti M Ali
Editor : Herwan
















