HALOPOS.ID|OGAN ILIR – Anggota DPRD Ogan Ilir meminta Polres Ogan Ilir beserta jajaran meningkatkan patroli guna mengantisipasi maraknya aksi begal yang belakangan kerap terjadi.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Fraksi Ampera DPRD Ogan Ilir, Zahrudin. Ia menilai dalam beberapa waktu terakhir aksi begal sering terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) ruas Indralaya–Kayuagung.
Karena itu, Zahrudin meminta pihak kepolisian meningkatkan intensitas patroli, baik pada siang maupun malam hari.
“Keamanan masyarakat adalah bagian utama yang harus dijamin,” ujar Zahrudin, yang juga menjabat Ketua DPD Partai PPP Ogan Ilir, Rabu (25/02/2026).
“Makanya kita minta kepolisian meningkatkan patroli secara berkala guna mempersempit dan menutup ruang bagi pelaku kejahatan,” sambungnya.
Selain upaya preventif, ia juga mendorong aparat kepolisian memberikan tindakan tegas terhadap pelaku begal yang kerap melukai korban.
“Terkadang korbannya ibu-ibu dan remaja, sedih kita melihatnya. Sepeda motor yang dipakai untuk mencari nafkah malah diambil paksa begal,” ungkapnya.
Menurutnya, para pelaku rata-rata membawa senjata tajam, sehingga perlu penindakan tegas.
“Dan rata-rata pelaku itu membawa senjata tajam (sajam). Makanya kita harap pelakunya ditindak tegas,” tegasnya.
Tak hanya soal begal, Zahrudin juga menyoroti maraknya peredaran narkoba di wilayah Ogan Ilir. Ia berharap pemberantasan dapat terus ditingkatkan.
“Kita juga mengapresiasi pengungkapan narkoba yang dilakukan Polres Ogan Ilir, terutama Satresnarkoba di bawah pimpinan Iptu Surya, yang pada 2025 lalu hasil pengungkapannya cukup fantastis,” imbuhnya.
Ia menyebut, pengungkapan tersebut berhasil menyita puluhan kilogram sabu dan ribuan butir ekstasi. Karena itu, ia berharap capaian tersebut dapat berlanjut pada 2026.
“Kita harap prestasi itu bisa berlanjut di tahun 2026, sehingga tidak ada celah bagi pengedar narkoba di Ogan Ilir,” paparnya.
Zahrudin menambahkan, keluhan terkait begal dan narkoba hampir selalu disampaikan masyarakat dalam setiap kegiatan sosialisasi peraturan (Sosper) maupun reses.
“Bahkan peredarannya sudah menyentuh pelajar. Ini menjadi tugas kita bersama agar permasalahan narkoba bisa diberantas habis di Kabupaten Ogan Ilir,” pungkas anggota Komisi III DPRD Ogan Ilir tersebut.
















