HALOPOS.ID/JEMBER – Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, ke Kabupaten Jember menjadi momentum penting percepatan pembangunan infrastruktur daerah. Didampingi Bupati Jember Gus Fawait, agenda diawali di Pendopo Wahyawibawagraha sebelum dilanjutkan dengan peninjauan ke tiga titik strategis, yakni Jembatan Pakusari, Pasar Tanjung, serta lokasi rencana pembangunan flyover Mangli.
Dalam pernyataannya, Menteri PU menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur Jember, terutama yang berkaitan dengan kebencanaan dan penguatan ekonomi rakyat.
“Kami akan bekerja bersama Pak Bupati. Ada 16 jembatan dan 50 bendung yang akan ditangani secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Ini menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengaku kunjungan tersebut juga dilatarbelakangi laporan mengenai kondisi darurat infrastruktur di Jember. Untuk memastikan kondisi di lapangan, dirinya memilih melihat langsung perkembangan yang ada serta menyusun langkah percepatan penanganan.
Selain infrastruktur kebencanaan, Menteri PU juga memastikan dukungan terhadap rencana pelebaran jalan nasional dari Tanggul menuju Kota Jember serta revitalisasi Pasar Tanjung. Revitalisasi pasar akan mengedepankan kearifan lokal dalam desain arsitektur.
“Fasad pasar harus mencerminkan identitas Jember, bukan wajah Jakarta. Kearifan lokal harus nampak dalam arsitektur pasar tradisionalnya,” tegasnya.
Revitalisasi Pasar Tanjung direncanakan dimulai setelah Detail Engineering Design (DED) rampung. Menteri PU menekankan pentingnya sosialisasi kepada pedagang agar aktivitas ekonomi tetap berjalan selama proses pembangunan.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai langkah nyata membangun Jember secara menyeluruh.
“Kami berterima kasih atas komitmen pemerintah pusat. Infrastruktur adalah fondasi utama untuk menekan kemiskinan ekstrem, membuka akses ekonomi, dan meningkatkan daya saing daerah,” ungkapnya.
















